RELUNG.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa kebijakan tarif baru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan efisiensi, khususnya dalam pengelolaan izin impor. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (8/4).
“Sebetulnya Pak Presiden Trump itu membantu kita. Dia memaksa kita menjadi ramping, efisien, dan tidak manja,” ujar Prabowo di hadapan para peserta sarasehan.
Presiden menyoroti sejumlah regulasi teknis terkait izin impor yang dinilainya sering menjadi penghambat. Ia mengkritik keberadaan aturan teknis atau pertek (peraturan teknis) yang kerap lebih ketat dibandingkan Keputusan Presiden.
“Kadang-kadang birokrat membuat aturan tambahan. Sudah ada Keputusan Presiden, tapi masih ditambah pertek-pertek yang malah memperumit. Setelah ini, semua aturan teknis harus mendapatkan izin presiden terlebih dahulu,” tegas Prabowo.
Prabowo juga mengajak Indonesia untuk belajar dari negara-negara tetangga seperti Vietnam, Bangladesh, dan Malaysia dalam hal efisiensi perizinan. Ia menegaskan, dalam kehidupan nyata, meniru hal baik dari negara lain bukanlah sebuah masalah.
“Kita bersaing dengan Vietnam, Bangladesh, Malaysia. Tidak usah terlalu pintar, kalau mereka melakukan sesuatu yang baik, tidak masalah kalau kita meniru. Dalam kehidupan, meniru itu boleh,” katanya sambil bercanda.
Pernyataan Prabowo mendapat apresiasi dari pelaku usaha yang hadir, terutama terkait komitmennya untuk menyederhanakan perizinan dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat mengatasi hambatan birokrasi, mempercepat proses impor, dan memperkuat ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.[THQ]

