RELUNG.ID – Sudewo, politikus Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai Bupati Pati bersama wakilnya Risma Ardhi Chandra, merupakan sosok yang telah lama malang melintang di dunia birokrasi dan politik nasional. Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada 2024, membawa Sudewo ke kursi orang nomor satu di Kabupaten Pati.
Pria kelahiran 11 Oktober 1968 ini memulai kiprah politiknya di Senayan sebagai anggota DPR RI pada periode 2009–2013. Saat itu, ia masih bergabung dengan Partai Demokrat. Kemudian, Sudewo berlabuh ke Partai Gerindra dan kembali terpilih menjadi anggota DPR untuk periode 2014–2019 melalui daerah pemilihan Jawa Tengah III, yang mencakup Kabupaten Grobogan, Blora, Rembang, dan Pati.
Selama masa pengabdiannya di DPR, Sudewo tercatat pernah bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, serta di Komisi V yang menangani infrastruktur dan perhubungan.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sudewo lebih dulu mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara. Ia lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret dan S2 Teknik Pembangunan Universitas Diponegoro. Karier birokratnya dimulai di Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Jawa Timur pada 1997–1999, kemudian berlanjut di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karanganyar pada 1999–2006.
Kini, dengan bekal pengalaman sebagai birokrat dan legislator, Sudewo mengemban tanggung jawab memimpin Kabupaten Pati, menghadapi tantangan pembangunan sekaligus tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang lebih baik.
Demo Memanas di Pati, Warga Desak Bupati Sudewo Mundur Meski Pajak 250% Dicabut
Ribuan warga memadati area depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Rabu (13/8/2025), untuk menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Aksi ini menjadi kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang dipicu kebijakan kenaikan pajak hingga 250 persen.
Sejak pagi, massa sudah berkumpul sambil membawa logistik dan karangan bunga yang berjajar sejak sehari sebelumnya. Suasana sempat memanas saat petugas meminta mobil komando dipindahkan. Ketegangan kembali terjadi ketika beberapa botol dilemparkan ke arah polisi yang berjaga, namun situasi berhasil dikendalikan.
Gelombang protes ini berawal dari kebijakan kenaikan pajak yang dikeluarkan Sudewo. Kebijakan tersebut memicu kemarahan publik dan berujung aksi demonstrasi besar yang sempat diwarnai insiden. Saat itu, Sudewo merespons tantangan massa dengan pernyataan tegas bahwa ia tidak gentar meski ribuan orang turun ke jalan.
Beberapa hari kemudian, Sudewo akhirnya meminta maaf dan mencabut kebijakan kenaikan pajak tersebut. Namun, langkah itu tidak meredakan kemarahan warga yang tetap mendesak dirinya turun dari kursi bupati.
Sudewo, politikus Partai Gerindra yang berpasangan dengan Risma Ardhi Chandra pada Pilkada 2024, sebelumnya pernah menjabat dua periode di DPR. Pria kelahiran 11 Oktober 1968 ini memiliki latar belakang sebagai PNS di bidang pekerjaan umum sebelum terjun ke politik.
Hingga siang tadi, aksi di depan Kantor Pemkab Pati masih berlangsung dengan penjagaan ketat aparat keamanan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.[THQ]

