RELUNG.ID – Puasa tidak hanya menjadi sekedar ibadah wajib bagi umat Muslim di seluruh dunia. Lebih dari itu, ibadah Puasa memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh bagi yang menjalankannya.
Hal ini diungkapkan akademisi sekaligus dokter, Prof Dr dr H Yuwono M.Biomed dalam tausiyahnya yang disampaikan dalam program Kultum dari Relung, Minggu (2/3/2025).
Dalam taisiyahnya, Yuwono menyampaikan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, dan setiap aktivitas yang dilakukan di dunia ini sebaiknya memiliki nilai ibadah.
“Tujuan utama ibadah adalah untuk mencapai takwa, yang tercermin dalam kompetensi dan performa kita sebagai pribadi yang sehat. Rasulullah SAW bersabda, ‘Berpuasalah, niscaya kamu akan sehat,'” ujar Prof. Yuwono.
Prof. Yuwono menjelaskan konsep kesehatan dari sisi fisik dan rohani, yang keduanya sangat dipengaruhi oleh irama sirkadian. Ia menerangkan irama ini diatur oleh dua hormon utama, yaitu kortisol dan melatonin, yang berperan dalam siklus aktivitas dan istirahat tubuh.
“Hormon kortisol mulai meningkat sekitar pukul 03.00, yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai waktu tahajud di sepertiga malam terakhir. Puncaknya terjadi sekitar pukul 06.00, mempersiapkan tubuh untuk beraktivitas. Sementara itu, menjelang pukul 21.00, hormon melatonin mulai bekerja, mempersiapkan tubuh untuk istirahat dan pemulihan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Yuwono memaparkan pentingnya menjaga pola hidup sesuai dengan irama sirkadian. Ia menyarankan agar umat Islam terbiasa bangun di sepertiga malam terakhir untuk tahajud atau sahur, serta tidur lebih awal agar kualitas istirahat tetap terjaga.
Sebagai seorang dokter, ia juga menyoroti hubungan antara kesehatan dengan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, terutama shalat tepat waktu.
“Ketika pasien datang dan bertanya mengapa mereka sering sakit, saya selalu menanyakan apakah mereka shalat Subuh. Jika tidak maka itulah penyebabnya. Hormon kortisolnya terganggu. Sebab itulah, shalat subuh serta sahur berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh dan irama sirkadian,” tuturnya.
Prof. Yuwono mengajak umat Islam untuk lebih memahami bahwa ibadah bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa.
Ia berharap agar kesadaran ini bisa mendorong pola hidup yang lebih sehat dan penuh berkah. (KPB)

