RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah mengkaji berbagai opsi untuk mengatasi kemacetan di ibu kota Sumatera Selatan.
Selain wacana penerapan sistem ganjil-genap, Pemkot juga mempertimbangkan sejumlah langkah lain yang lebih komprehensif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, kemacetan di kota ini terjadi pada jam-jam tertentu, terutama di sekitar sekolah dan perkantoran. Oleh karena itu, salah satu opsi yang dikaji adalah penyesuaian jam masuk sekolah dan perkantoran.
Dengan pengaturan jam masuk yang lebih fleksibel, diharapkan arus kendaraan tidak menumpuk pada waktu yang sama sehingga bisa mengurangi titik-titik kemacetan.
Selain itu, Pemkot juga melihat pentingnya peningkatan transportasi publik. Dengan layanan angkutan umum yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih memilih transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.
Upaya ini bisa dilakukan dengan menambah jumlah armada, meningkatkan fasilitas di halte dan terminal, serta memperbaiki sistem operasional agar lebih nyaman dan efisien bagi pengguna.
Dari sisi infrastruktur, Pemkot juga mempercepat pembangunan dan perluasan jalan, termasuk kemungkinan pembangunan flyover atau underpass di lokasi-lokasi yang sering mengalami kemacetan parah.
Menurut Ratu Dewa, kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan banyak aspek agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
“Palembang biasanya macet pada jam tertentu, terutama di area sekolah dan perkantoran. Kami akan melihat opsi terbaik agar solusi yang diambil benar-benar efektif,” ujar Ratu Dewa. (DSK)

