RELUNG.ID– Kanit Binpol Satbinmas Polres Lamongan Ipda Purnomo yang dikenal dengan julukan “Purnomo Polisi Baik” menutup monetisasi kanal YouTube miliknya setelah didatangi petugas yang menanyakan penghasilannya dari pembuatan konten.
Purnomo selama ini menggunakan sebagian penghasilan dari YouTube untuk membantu merawat ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melalui Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Polisi berusia 46 tahun itu dikenal aktif dalam kegiatan sosial, khususnya membantu perawatan ODGJ. Ia kemudian mendirikan Yayasan Berkas Bersinar Abadi untuk mendukung aktivitas tersebut.
Hingga Februari 2026, yayasan tersebut tercatat merawat 395 ODGJ.
Purnomo mengelola kegiatan yayasan dengan mengandalkan pemasukan dari pembuatan konten di YouTube, selain bantuan dari sejumlah pihak.
Penghasilan dari YouTube tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial yayasan, termasuk perawatan para ODGJ.
Namun, aktivitas tersebut berubah setelah Purnomo didatangi petugas yang menanyakan penghasilannya dari pembuatan konten di media sosial.
Menurut Purnomo, petugas tersebut mengaku berasal dari pihak yang biasa melakukan pengecekan terhadap penghasilan kreator konten di media sosial.
Purnomo tidak menyebutkan instansi asal petugas tersebut.
Setelah kedatangan petugas, Purnomo mengaku menyerahkan rekening pribadinya yang memuat informasi mengenai penghasilan dari aktivitas pembuatan konten.
Tak lama setelah itu, Purnomo memutuskan menutup fitur monetisasi pada kanal YouTube miliknya.
Keputusan tersebut kemudian diumumkan Purnomo melalui media sosial. Meski demikian, ia tidak menjelaskan lebih lanjut identitas instansi maupun petugas yang datang menanyakan penghasilannya.
Dengan ditutupnya monetisasi tersebut, sumber pemasukan dari YouTube yang selama ini turut digunakan untuk mendukung kegiatan sosial Yayasan Berkas Bersinar Abadi tidak lagi diperoleh melalui fitur tersebut.[YKP]

