RELUNG.ID – Qualcomm mulai mengungkap kemampuan teknologi yang akan dibawa chipset flagship terbarunya, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.
Salah satu peningkatan yang diperkenalkan adalah Neural Processing Unit (NPU) Hexagon generasi baru yang dirancang untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan (AI) yang semakin kompleks.
Qualcomm dijadwalkan memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dalam ajang tahunan Snapdragon Summit pada 22 September mendatang.
Menjelang peluncuran tersebut, Qualcomm memberikan bocoran mengenai peningkatan pada NPU Hexagon yang akan digunakan pada salah satu chipset barunya.
Meski perusahaan tidak secara eksplisit menyebut model chipsetnya, peningkatan tersebut kemungkinan besar ditujukan untuk Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.
NPU terbaru tersebut dikembangkan dengan fokus pada kebutuhan AI agenik (agentic AI), yakni sistem AI yang dapat menjalankan sejumlah tugas dan mengambil tindakan berdasarkan konteks yang diberikan pengguna.
Salah satu peningkatan utama adalah kehadiran Element Accelerator yang dirancang khusus untuk arsitektur transformer. Qualcomm juga meningkatkan kapasitas memori bersama sebesar 50 persen.
Memori bersama tersebut berfungsi menjaga data model yang sering digunakan tetap berada dekat dengan NPU.
Dengan pendekatan ini, sistem dapat menangani konteks yang lebih panjang, menggunakan lebih banyak tools, serta menjalankan beberapa tugas secara bersamaan dengan hambatan memori yang lebih rendah.
Element Accelerator dirancang untuk menangani beban kerja transformer, teknologi yang menjadi dasar bagi banyak model AI generatif dan AI agenik modern.
Komponen tersebut bekerja bersama ekstensi skalar, vektor, dan matriks untuk mempercepat operasi yang banyak digunakan dalam model AI berukuran besar.
Qualcomm menyebut peningkatan tersebut memungkinkan proses penalaran berlangsung lebih efisien dengan latensi yang lebih rendah.
Dari sisi performa, Qualcomm mengklaim NPU Hexagon generasi baru mampu memberikan kecepatan prefill hingga 50 persen lebih tinggi untuk model INT4.
NPU tersebut juga dirancang untuk mendukung model Mixture-of-Experts (MoE). Pada arsitektur ini, hanya sebagian parameter model yang diaktifkan untuk setiap token, sehingga memungkinkan pemrosesan model berukuran besar secara lebih efisien.
Qualcomm menyebut NPU Hexagon terbaru tersebut ditujukan untuk berbagai skenario AI, mulai dari AI yang aktif secara terus-menerus (always-running AI), pemrosesan konteks panjang, model multimodal, hingga beberapa agen AI yang bekerja secara bersamaan.
Teknologi tersebut juga dirancang untuk mendukung siklus tindakan dengan latensi rendah, sehingga proses antara AI menerima informasi, melakukan penalaran, hingga menjalankan tindakan dapat berlangsung lebih cepat pada perangkat seluler. (LWM)

