RELUNG.ID — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Indonesia (KMI) mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Selatan pada Jumat, 17 Mei 2024.
Aksi ini bertujuan untuk mendesak KPK membuka kembali kasus OTT yang menyeret Bupati Musi Banyuasin (Muba), Pahri Azhari, dan istrinya, Lucianty, pada tahun 2015 lalu.
Sebagai informasi, Lucianty telah divonis penjara dan mendapatkan bebas bersyarat dengan sisa masa tahanan empat bulan. Mahasiswa menganggap bahwa penegakan hukum terhadap kasus ini belum memuaskan.
Aksi Koalisi Mahasiswa tersebut juga direspon oleh Islan Hanura. Dalam pengembangan perkara tersebut, Islan Hanura yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Muba, dan Aidil Fitri sebagai Ketua DPRD Muba, dinyatakan ikut terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka.
Saat persidangan terungkap bahwa 33 anggota DPRD Muba dan empat ASN turut menerima gratifikasi.
Namun, hingga saat ini penerima dan pemberi gratifikasi lainnya belum diproses hukum. Islan Hanura pernah melaporkan ketidakjelasan tindak lanjut perkara ini ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
“Kami mengajukan ke Dewas KPK untuk melanjutkan proses kasus pembahasan RAPBD Perubahan Muba Tahun 2015 yang sampai saat ini belum ada tindak lanjut proses hukum terhadap sisa anggota DPRD Muba penerima suap dan ASN/PNS serta pihak swasta sebagai pemberi suap. Fakta hukum di persidangan serta vonis hakim jelas keterlibatannya, jadi saya sebagai penerima suap yang sudah menjalani hukuman selama lima tahun meminta keadilan melalui Dewas KPK,” jelas Islan Hanura.
Pada tahun 2015, KPK menetapkan empat tersangka dalam OTT terkait suap pembahasan RAPBD Perubahan Musi Banyuasin 2015. Mereka adalah anggota DPRD Bambang Karyanto (PDI-Perjuangan), Adam Munandar (Partai Gerindra), Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba Syamsudin Fei, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Muba Faisyar. Nilai suap dalam kasus ini diduga lebih dari Rp 2,56 miliar.
Keempat tersangka ditetapkan setelah tertangkap dalam operasi tangkap tangan di kediaman Bambang di Jalan Sanjaya, Kota Madya Palembang, Sumsel.[RG]

