RELUNG.ID – Bappeda dan Litbang menggelar Rapat Evaluasi Kinerja dan Capaian Pelaksanaan Program serta Kegiatan Pemkab OKU Timur selama tahun 2024.
Dalam rapat evaluasi tersebut, Bupati OKU Timur, Lanosin masalah pengentasan kemiskinan yang belum maksimal. Lantaran, masih di bawah nasional.
Dalam sambutannya, Lanosin mengatakan, semua OPD harus mencermati angka makro yang telah disampaikan oleh Bappeda Litbang. Karena menurutnya, dari angka tersebut masih ada beberapa titik yang belum maksimal.
Seperti masalah kemiskinan yang masih di bawah nasional. Tak hanya itu, PDRB di Kabupaten OKU Timur juga tergolong kecil.
“Jadi saya minta OPD untuk memperhatikan ini, perkuat dan tingkatkan lagi potensi yang ada di OKU Timur,” katanya, Selasa (7/1)
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menjadi perhatian yang harus ditingkatkan karena IPM sangat berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan yang goalnya adalah kesejahteraan.
“Keterkaitan kesehatan dan kesejahteraan sangat erat, sedangkan pendidikan juga meskipun tidak menjamin bahwa sekolah bisa menjadikan orang kaya, namun paling tidak mereka dapat mengatasi kehidupan untuk ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Maryus Markus Firdaus dalam laporannya menyebutkan ada 6 indikator makro tahun 2024 yang telah dinilai oleh BPS.
Dari enam indikator tersebut, hanya tiga indikator makro yang baru dirilis oleh BPS.
Berdasarkan laporan BPS, Kemiskinan tahun 2024 mengalami penurunan menjadi 9,75 persen dari tahun 2023 9,99 persen.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2024 diangka 3,45 persen turun dari tahun sebelumnya 3,96 persen dan IPM naik menjadi 73,64 persen dari angka sebelumnya 73,05 persen. (AMZ)

