RELUNG.ID – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam percepatan pembangunan infrastruktur dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9,60 triliun untuk pengadaan lahan. Dana tersebut tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang dirilis melalui Buku II Nota Keuangan, Minggu (17/8).
Anggaran tersebut akan disalurkan melalui skema investasi pembiayaan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), khususnya untuk mendukung pengadaan lahan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang jalan tol dan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk proyek jalan tol, pemerintah menyiapkan lahan seluas 4.026.300 meter persegi yang dibutuhkan dalam enam PSN. Sementara itu, untuk mendukung pembangunan IKN, terdapat 12 PSN yang membutuhkan lahan hingga 15.111.600 meter persegi.
Secara total, pemerintah mengalokasikan anggaran investasi pembiayaan sebesar Rp 203,1 triliun dalam RAPBN 2026. Selain pengadaan lahan, dana investasi juga diarahkan ke sejumlah sektor strategis.
Di sektor perumahan, pemerintah menyuntikkan Rp 6,6 triliun ke PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan Rp 33,5 triliun ke BP Tapera. Untuk infrastruktur daerah, investasi sebesar Rp 4 triliun disalurkan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan Rp 83 triliun untuk mendukung penguatan 83 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di bidang pendidikan dan riset, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memperoleh alokasi Rp 25 triliun untuk beasiswa, riset, hingga pengembangan universitas kelas dunia.
Untuk mendukung kerja sama internasional, Indonesia menyalurkan pembiayaan ke Islamic Development Bank (IsDB) Rp 1,6 triliun, International Development Association (IDA) Rp 0,2 triliun, dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) Rp 0,05 triliun. Sementara itu, Perum Bulog mendapat alokasi Rp 22,7 triliun sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

