RELUNG.ID— Pemerintah Kota Palembang bersama Pelindo Regional 2 Palembang mulai mematangkan rencana pemanfaatan kawasan Sungai Lais sebagai simpul ekonomi baru. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurai kemacetan angkutan berat sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan industri di pinggiran kota.
Rencana tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, yang berlangsung di ruang audiensi Wali Kota, Kantor Setda Palembang. Pertemuan ini turut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Nunu mengungkapkan, Pelindo memiliki lahan seluas sekitar 200 hektare di kawasan Sungai Lais yang berpotensi dikembangkan. Selama ini, aktivitas pengiriman kargo belum bisa berjalan optimal karena keterbatasan jam operasional serta akses jalan yang belum memadai.
“Operasional pengiriman belum bisa 24 jam. Ada pembatasan dan jika nanti tol Jambi selesai, penumpukan kargo justru bisa makin parah bila tidak disiapkan solusi dari sekarang,” kata Nunu.
Ia menilai pengembangan Sungai Lais dapat menjadi jalan keluar jangka panjang, baik untuk distribusi logistik maupun penataan lalu lintas kendaraan bertonase besar yang selama ini kerap memicu kepadatan di kawasan Bom Baru.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut positif rencana tersebut. Ia menjelaskan, aset Pelindo di Sungai Lais saat ini sedang dalam tahap penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan telah diminta untuk dikoordinasikan dengan Pemkot, khususnya Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR.
“Fokus utama kita adalah membuka akses ke sana. Jangan sampai kendaraan berat kembali masuk ke pusat kota dan menimbulkan kemacetan,” ujar Ratu Dewa, Senin (5/1/2026).
Ia juga menyinggung wacana pembangunan jalan lingkar timur yang dinilai mampu menjadi solusi pengurangan kemacetan sekaligus mendukung aktivitas industri di kawasan tersebut. Pembahasan lanjutan rencananya akan dilakukan melalui forum diskusi bersama (FGD).
Menariknya, kawasan Sungai Lais disebut mulai dilirik investor. Pelataran di sepanjang sungai dinilai potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan industri terpadu yang terhubung langsung dengan jalur logistik.
“Sudah ada investor yang melirik. Ini peluang besar bagi Palembang jika dikelola dengan perencanaan matang,” pungkas Ratu Dewa.[THQ]

