RELUNG.ID – Pemerintah Kota Palembang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui Baznas Kota Palembang. Langkah ini dinilai dapat memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan sosial.
Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat menghadiri kegiatan Bukti Setor Pembayaran Zakat Maal yang digelar Baznas Kota Palembang dalam program Gerakan Ramadan Berkah Menguatkan Indonesia.
Menurut Dewa, zakat tidak hanya menjadi kewajiban pribadi umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting sebagai instrumen sosial yang mampu membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Zakat bukan sekadar kewajiban individu, tetapi juga instrumen sosial yang dapat membantu mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Dewa menilai potensi zakat, khususnya zakat profesi dari kalangan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Palembang, sangat besar. Ia mencontohkan sektor pendidikan yang memiliki sekitar 14.000 guru.
Jika seluruh ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di sektor tersebut secara konsisten menunaikan zakat profesi melalui Baznas, maka dana yang terhimpun dinilai dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau semuanya konsisten menunaikan zakat profesi, tentu manfaatnya akan sangat besar untuk membantu masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan zakat profesi dikenakan kepada ASN yang penghasilannya telah mencapai nisab setara 85 gram emas per tahun. Dengan asumsi harga emas saat ini, ASN dengan penghasilan di atas Rp6 juta per bulan diwajibkan menunaikan zakat sebesar 2,5 persen.
Sementara bagi ASN yang penghasilannya belum mencapai nisab, dianjurkan untuk menyalurkan infak atau sedekah secara sukarela.
Dewa juga memastikan pengelolaan zakat melalui Baznas Kota Palembang dilakukan secara profesional, transparan, dan amanah sehingga masyarakat tidak perlu ragu menyalurkan zakatnya melalui lembaga tersebut.
“Pengelolaan zakat di Baznas dilakukan secara amanah, profesional, dan transparan untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Palembang, Kgs M Ridwan Nawawi, mengatakan pihaknya menargetkan penghimpunan zakat maal sebesar Rp2 miliar selama Ramadan 2026.
Target tersebut dinilai realistis mengingat tren penghimpunan zakat yang terus meningkat setiap tahun. Bahkan pada hari pertama kegiatan, dana yang terkumpul sudah mencapai lebih dari Rp300 juta.
“Kami optimistis dalam waktu satu minggu target Rp2 miliar selama Ramadan bisa tercapai,” kata Ridwan.
Pada tahun 2025 lalu, Baznas Palembang berhasil melampaui target penghimpunan zakat sebesar Rp10 miliar dengan realisasi lebih dari Rp11 miliar. Untuk tahun 2026, target tersebut kembali ditingkatkan menjadi Rp14 miliar.
Ridwan menambahkan, berbagai program Baznas telah memberikan manfaat bagi puluhan ribu masyarakat, mulai dari bantuan kebutuhan dasar, pendidikan, layanan kesehatan hingga pemberdayaan usaha mikro.
“Hampir 50.000 orang telah merasakan manfaat program Baznas. Tahun ini saja sekitar 1.000 orang sudah menerima bantuan melalui program sosial yang disalurkan setiap hari,” ujarnya.[THQ]

