Ratusan atlet Taekwondo Kabupaten OKU dari berbagai tingkatan sabuk mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) periode terakhir tahun 2022 di Gedung Olahraga (GOR) Baturaja, Minggu (13/11).
Setidaknya ada 200 atlet dari berbagai tingkatan sabuk mulai dari sabuk putih, sabuk kuning, sabuk kuning strip, sabuk hijau. Kemudian sabuk hijau strip, Sabuk biru, sabuk biru strip, sabuk merah, serta sabuk merah strip.
Ketua Pengurus Cabang Taekwondo Kabupaten OKU, Zaidan Jauhari mengatakan, kegiatan UKT itu dilaksanakan secara rutin dalam bentuk kenaikan sabuk untuk atlet Taekwondo.
“Bentuk pengujiannya secara materi berbeda – beda sesuai dengan tingkatan sabuk, misalkan tingkatan sabuk putih itu diuji dengan jumlah tendangan, tinjuan, dan gerakan lainnya sedikit. Berbeda dengan tingkat sabuk hijau, biru, dan merah lebih banyak gerakan dari pada tingkatan sabuk putih,” katanya, Senin (14/11).
Menurutnya, Taekwondo merupakan salah satu jenis olahraga beladiri yang populer di dunia, dan semoga menjadi cabang olahraga yang dicintai masyarakat dan menjadi kebanggan Kabupaten OKU.
Sementara itu, Penguji Nasional Taekwondo, Master Alisan menyampaikan, para atlet yang mengkuti kenaikan sabuk ini wajib untuk mendaftarkan nama – namanya ke dalam Aplikasi Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS).
“Aplikasi ini berfungsi sebagai database keanggotaan taekwondo. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui sejauh mana populasi serta perkembangan taekwondo di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, TIIS juga merupakan sarana untuk mempermudah registrasi dan penilaian dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik untuk kegiatan diklat kepelatihan untuk pelatih maupun wasit dan sebagai sarana untuk mempermudah registrasi dan penilaian Ujian Kenaikan Tingkat.

