Menjawab keinginan warga terhadap dirinya dan juga Ustad Syuryadi, Edwin mengaku siap menjalankan amanah apabila memang diberikan. “Sebetulnya hari ini kami hadir untuk berbagi dengan masyarakat, sekaligus memaknai idul adha sebagai refleksi pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Tidak ada pembicaraan lebih jauh (mengenai politik). Tapi kalau memang Allah berkehendak, warga juga menginginkan, Insha Allah yang terbaik untuk Muara Enim,” katanya.
Kepemimpinan yang berakhlak sangat dibutuhkan oleh Muara Enim saat ini setelah pemimpin sebelumnya terjerat korupsi. Setidaknya enam kali pergantian pejabat dalam kurun waktu tersebut, mulai dari pelaksana tugas sampai penjabat bupati yang ditunjuk oleh Pemprov Sumsel.

Sayangnya, di masa tersebut, beberapa pejabat bupati di Muara Enim ini juga sempat diterpa isu tak sedap, mulai perselingkuhan, sampai dugaan keterlibatan atas sejumlah kasus korupsi. Hal inilah yang disinyalir membuat masyarakat gerah dan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa Bumi Serasan Sekundang keluar dari jerat permasalahan moral pemimpin ini.
Oleh sebab itu, duet teknokrat dan ustad Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Ibadurrohman inilah yang diharapkan menjadi jawaban. “Sosok Edwin dengan pemikirannya dapat memberikan kemajuan bagi wilayah Muara Enim. Sementara Syuryadi menjadi sosok penyeimbang sebagai seorang ulama. Duet keduanya sudah sangat pas,” kata Darsan warga lainnya.

