RELUNG.ID – Realme resmi meluncurkan Realme GT8 di Tiongkok, melengkapi kehadiran GT8 Pro yang debut bersamaan.
Meski keduanya memiliki desain dan spesifikasi serupa di atas kertas, versi standar ini menawarkan beberapa perbedaan penting, terutama di sektor kamera dan daya.
Realme GT8 hadir dalam tiga pilihan warna Putih, Hijau, dan Biru dengan varian hijau menampilkan lapisan bertekstur mikro, sementara dua warna lainnya menggunakan finishing matte. Tidak seperti versi Pro, konfigurasi kamera pada GT8 tidak dapat dikustomisasi.
Untuk performanya, smartphone ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite generasi 2024, bukan versi Elite Gen 5 seperti pada GT8 Pro.
Perangkat ini membawa baterai berkapasitas 7.000mAh, yang mendukung pengisian cepat kabel 100W. Meskipun sedikit lebih lambat dibandingkan pengisian 120W pada versi Pro, GT8 tetap mampu mencapai daya penuh 100 persen dalam waktu sekitar 45 menit. Namun, perangkat ini tidak mendukung pengisian nirkabel.
Realme GT8 mengusung layar AMOLED LTPO 6,79 inci dengan resolusi 1440p dan refresh rate 144Hz. Panel ini memiliki tingkat kecerahan hingga 2.000 nits, serta kecerahan puncak mencapai 4.000 nits, memberikan pengalaman visual yang cerah dan responsif.
Salah satu daya tarik utama GT8 adalah kolaborasinya dengan Ricoh, perusahaan fotografi ternama asal Jepang.
Kamera utamanya menggunakan sensor 50MP 1/1,56 inci dengan lensa 22mm f/1.8, disertai ilmu warna Ricoh dan berbagai mode pemotretan seperti Hi-contrast B&W, Monotone, dan Standard.
Untuk kamera lainnya, Realme GT8 dilengkapi dengan kamera telefoto 50MP (lensa 80mm f/2.8) yang menawarkan jangkauan zoom optik lebih jauh, meski beresolusi lebih rendah dibandingkan sensor 200MP milik versi Pro. Kamera ultra-lebar 8MP juga hadir dengan sensor yang lebih kecil dibandingkan varian Pro.
Realme GT8 menjalankan Realme UI 7.0 berbasis Android 16, dengan aplikasi kamera yang didesain ulang hasil kerja sama dengan Ricoh untuk menghadirkan pengalaman fotografi profesional.
Perangkat ini sudah mulai dijual di pasar Tiongkok dalam beberapa varian konfigurasi penyimpanan. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaannya di pasar global, termasuk Indonesia. (LWM)

