RELUNG.ID – Harga emas perhiasan di Palembang yang sempat menyentuh angka Rp14 juta per suku kini mengalami penurunan pada Rabu (22/10/2025).
Berdasarkan pantauan, penurunan harga ini cukup signifikan yaitu mencapai Rp500 ribu per suku menjadi Rp13,5 juta per suku.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Sri Rahayu menyebutkan, turun naiknya harga emas ini dipengaruhi konsistensi penawaran dan permintaan di pasar.
Dia menjelaskan, kenaikan harga emas ini dipengaruhi permintaan sedangkan, jika harga emas mengalami penurunan maka animo masyarakat berkurang.
“Jadi ini faktor supply-demand. Kalau harganya stabil dalam jangka panjang, artinya permintaan cenderung konsisten,” katanya.
Selain faktor supply-demand, fluktuasi harga emas ini juga dipengaruhi nilai inflasi dunia. Karena itu, saat harga turun berpotensi dampak dari inflasi global.
Meski demikian, untuk menjaga harga emas tetap dan tak naik signifikan, yaitu dengan tenang menghadapi perang harga dan masyarakat tidak perlu terburu-buru membeli emas. Apalagi ikut membeli emas karena tren bukan tujuan investasi.
“Kalau masyarakat membeli emas untuk ikut-ikutan maka harganya dapat melambung tinggi,” pungkasnya. (CKM)

