Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Resiliensi di Tengah Peremajaan Sawit: Perempuan Muba Bangkit Bersama YCP dan Cargill
Regional

Resiliensi di Tengah Peremajaan Sawit: Perempuan Muba Bangkit Bersama YCP dan Cargill

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda27/06/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Para perempuan petani sawit Muba yang hadir dalam Diskusi Teras bertema Cerita Resiliensi Usaha Ekonomi Perempuan di Palembang. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi upaya pemerintah meningkatkan produktivitas perkebunan sawit milik petani. Namun, bagi keluarga petani di Musi Banyuasin (Muba), masa peremajaan kebun sawit menghadirkan tantangan besar, bagaimana bertahan ketika kebun belum menghasilkan.

Di balik tantangan ini, Yayasan Care Peduli (YCP) bersama Cargill Indonesia, melalui PT Hindoli, menawarkan solusi inovatif. Mereka memberdayakan perempuan petani sawit melalui program Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) dan inisiatif lainnya, yang kini menjadi model keberhasilan di 13 desa di Muba.

“Program ini bukan hanya tentang peremajaan sawit, tetapi juga tentang memastikan masyarakat, terutama perempuan, tetap produktif dan mandiri secara ekonomi,” kata CEO YCP, Abdul Wahib Situmorang, dalam Diskusi Teras bertema Cerita Resiliensi Usaha Ekonomi Perempuan di Palembang, Kamis (27/6/2025)

Kolaborasi YCP dan Cargill tak hanya memberi solusi, tetapi juga membangun harapan baru. Kebun gizi, pelatihan ekonomi, hingga perlindungan korban KBG menjadi pilar penting dalam mendukung masyarakat melewati masa sulit.

“Kami percaya, perempuan adalah kunci ketahanan ekonomi keluarga. Program ini membuktikan bahwa ketika perempuan diberdayakan, perubahan besar terjadi,” kata dia.

Dari Kebun Gizi hingga KUEP: Mengangkat Ekonomi Perempuan Desa

Salah satu program andalan adalah pembentukan KUEP, yang telah membuahkan hasil signifikan di Desa Tegal Mulyo. Rifa Zunalin, Sekretaris KUEP di desa tersebut, membagikan cerita keberhasilan mereka.

“Kami memulai program simpan pinjam dengan modal awal Rp50 juta dan 30 anggota. Kini, jumlah anggota meningkat menjadi 60, dan tabungan kami mencapai Rp230 juta di luar bantuan awal,” ungkap Rifa. Dana tersebut diputar untuk mendukung UMKM lokal seperti usaha kuliner, jasa, dan pakaian, serta membantu perawatan kebun sawit.

Bukan hanya soal ekonomi, KUEP juga memberikan kontribusi sosial, seperti dana santunan untuk anggota yang terkena musibah.

“Dengan kepercayaan tinggi dari warga, KUEP menjadi jawaban atas tantangan ekonomi di masa peremajaan,” tambah Rifa.

Melawan Kekerasan Berbasis Gender: Perempuan yang Kini Berdaya

Selain pemberdayaan ekonomi, YCP juga melatih sukarelawan untuk menangani kekerasan berbasis gender (KBG). Herawati, seorang pendamping KBG dari Kecamatan Sungai Lilin, menceritakan perjalanannya.

“Sebelum pelatihan, saya tidak tahu bagaimana membantu korban KBG. Sekarang, saya bisa mendampingi mereka, memberikan perlindungan, dan menjadi tempat mereka mengadu,” jelas Herawati.

Kasus kekerasan, seperti KDRT dan kenakalan anak, sering dipicu oleh tekanan ekonomi. Namun, sejak adanya pelatihan dan sosialisasi, jumlah kasus di Sungai Lilin menurun drastis.

“Perempuan kini merasa lebih kuat. Jika dulu mereka hanya diam, sekarang mereka tahu ada tempat untuk mencari keadilan,” ujarnya.[THQ]

Muba Perempuan Sawit
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSimpan Senpira Warga Sungai Jernih Muratara Ditangkap
Next Article Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Suap, Hasto Sebut Pernah Diancam Mundur
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,898 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,771 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,743 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?