Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Resmi Tarif AS Turun ke 19 Persen, Ujian Baru bagi Surplus Dagang RI yang Tembus USD 18,11 Miliar
Bisnis

Resmi Tarif AS Turun ke 19 Persen, Ujian Baru bagi Surplus Dagang RI yang Tembus USD 18,11 Miliar

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda21/02/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). Foto: Kemenko Perekonomian
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat menandai babak baru hubungan ekonomi kedua negara. Lewat penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C., Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menyepakati penyesuaian tarif impor produk Indonesia menjadi 19 persen—turun dari sebelumnya 32 persen.

Penurunan tarif ini terjadi di tengah posisi Amerika Serikat yang menjadi salah satu penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari–Desember 2025, total ekspor Indonesia mencapai USD 282,91 miliar, tumbuh 6,15 persen secara tahunan. Kinerja tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas yang mencapai USD 269,84 miliar atau naik 7,66 persen.

AS menempati posisi strategis sebagai tujuan ekspor nonmigas terbesar kedua setelah China, dengan nilai ekspor mencapai USD 30,96 miliar sepanjang 2025. Bahkan, secara total—migas dan nonmigas—surplus perdagangan Indonesia dengan AS menyentuh USD 18,11 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut Negeri Paman Sam menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia selama 2025.

“Untuk neraca perdagangan total, migas dan nonmigas, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar sebesar USD 18,11 miliar,” ujarnya dalam konferensi pers.

Jika dilihat lebih rinci, surplus nonmigas dengan AS bahkan mencapai USD 21,12 miliar—melampaui India dan Filipina. Surplus tersebut terutama ditopang produk mesin dan perlengkapan elektronik (HS85), pakaian rajutan dan aksesorinya (HS61), serta alas kaki.

Di sisi lain, komoditas global seperti lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15) menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar secara keseluruhan dengan nilai USD 34,06 miliar. Bahan bakar mineral (HS27) menyusul dengan USD 28,01 miliar, diikuti besi dan baja (HS72) sebesar USD 18,44 miliar.

Sementara itu, dari sisi impor, Indonesia mencatat nilai USD 241,86 miliar sepanjang 2025 atau tumbuh 2,83 persen. Impor nonmigas mencapai USD 209,09 miliar. China masih menjadi pemasok utama dengan nilai USD 86,99 miliar, disusul Jepang USD 14,42 miliar, dan AS USD 9,84 miliar.

Penurunan tarif menjadi 19 persen dinilai sebagai hasil kompromi setelah proses negosiasi panjang sepanjang 2025. Pemerintah Indonesia dikabarkan mengirimkan empat surat resmi serta menyetujui sekitar 90 persen proposal yang diajukan dalam perundingan.

Meski tarif sudah lebih rendah dibanding sebelumnya, tantangan tetap membayangi. Struktur ekspor Indonesia ke AS yang bertumpu pada manufaktur berorientasi padat karya seperti tekstil dan alas kaki membuat daya saing harga menjadi faktor krusial. Kenaikan biaya sekecil apa pun berpotensi memengaruhi permintaan.[THQ]

Ekonomi Global Surplus Dagang Tarif AS Tarif Impor Trump
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTidak Ditahan Polisi, Richard Lee Wajib Lapor
Next Article Pesulap Merah Benarkan Poligami Ratu Rizky Nabila, Istri Pertama Baru Tahu Tiga Tahun Kemudian
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202612 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,885 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,757 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,731 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?