Sebanyak 7 mahasiswa terpaksa diangkut ke Polrestabes Palembang. Lantaran, terlibat bentrok dengan pihak kepolisian yang mengamankan jalannya unjuk rasa tolak kenaikan BBM di Simpang RS RK Charitas, Palembang.
Menggunakan mobil taktis, Jatanras Polda Sumsel membawa ke-7 mahasiswa tersebut ke Polrestabes Palembang.
“Ketujuh mahasiswa ini dari PGRI, UIN Raden Fatah, dan juga ada dari HMI,” Kanit Identifikasi Polrestabes Palembang, Iptu Agus, Rabu (7/9).
Dari aksi tersebut, pihaknya juga berhasil menyita sejumlah bambu yang dibawa oleh massa aksi. “Mereka ini akan diambil datanya beserta keterangan,” singkatnya.
Sementara itu, Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan mengakui aksi massa hari ini memang sudah mendapatkan izin dari kepolisian. Aksi tersebut dijadwalkan di halaman kantor Gubernur Sumsel. Namun, mendadak berubah di Simpang Charitas Palemabng.
“Akibat aksi tersebut menimbulkan kemacetan,” katanya.
Saat ini, pihaknya sudah mengamankan 7 hingga 8 pedemo. Dimana nantinya mereka akan dimintai keterangan kenapa aksi unjuk rasa ini berbeda lokasi. “Silahkan menyampaikan aspirasi dan pendapat karena dilindungi undang-undang dasar. Tapi, harus tetap ikuti aturan sehingga tidak merugikan masyarakat umum,” tegasnya.

