RELUNG.ID – Ford kembali mengumumkan penarikan kendaraan (recall) setelah menambahkan lebih dari 20.500 unit mobil hibrida plug-in ke daftar penarikan tahun ini.
Seluruh kendaraan yang terdampak memiliki sel baterai tegangan tinggi yang berpotensi mengalami korsleting internal, sebuah masalah serius yang dapat menghentikan kendaraan secara tiba-tiba atau, dalam kasus jarang, memicu thermal runaway.
Penarikan ini mencakup model: Ford Escape PHEV produksi 2020–2024 dan Lincoln Corsair PHEV produksi 2021–2024 yang dibekali mesin 2.5 liter empat silinder.
Penarikan baru dengan nomor 25V789 ini merupakan tindak lanjut dari penarikan sebelumnya, 24V954, yang bertujuan memperbaiki masalah baterai melalui pembaruan perangkat lunak Battery Energy Control Module (BECM).
Namun, Ford mengungkapkan bahwa pembaruan sebelumnya belum mencakup seluruh anomali sel baterai, sehingga sebagian kendaraan memerlukan tindakan tambahan.
Korsleting pada sel baterai dapat menyebabkan, mobil mati mendadak, meningkatkan risiko kecelakaan, ventilasi termal, kondisi yang terkait dengan thermal runaway dan berpotensi memicu insiden berbahaya
Meski begitu, Ford menegaskan bahwa fungsi kemudi, pengereman, dan lampu kendaraan tidak terdampak bila korsleting terjadi. Hingga kini, Ford masih mencari solusi permanen untuk mengatasi masalah tersebut.
Sementara menunggu perbaikan tersedia, NHTSA menyarankan pemilik untuk membatasi kapasitas daya maksimum saat mengisi baterai dan mengemudi menggunakan mode “Auto EV”
Setelah perbaikan final dirilis, NHTSA akan mengirimkan pemberitahuan resmi kepada para pemilik yang unitnya terdampak. (LWM)

