RELUNG.ID— Peta penyaluran kredit di Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) menunjukkan arah yang menarik menjelang akhir 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan kredit di kawasan ini semakin ditopang oleh rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menandakan peran konsumsi dan ekonomi rakyat sebagai motor utama perputaran ekonomi daerah.
Hingga November 2025, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan di Sumbagsel mencapai Rp322,883 triliun, tumbuh 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyebut sektor rumah tangga menjadi penerima pembiayaan terbesar dari sisi nilai.
“Penyaluran kredit ke rumah tangga terus meningkat dan mencatat pertumbuhan paling tinggi dibanding sektor lainnya,” ujar Arifin, Kamis (15/1/2026).
Nilai kredit yang mengalir ke rumah tangga tercatat Rp122,89 triliun, mencerminkan meningkatnya aktivitas konsumsi, pembiayaan perumahan, hingga kebutuhan produktif skala kecil di tingkat keluarga.
Meski rumah tangga mendominasi secara nominal, struktur kredit di Sumbagsel masih menunjukkan kuatnya sektor berbasis sumber daya alam. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat memiliki porsi terbesar dalam komposisi penyaluran kredit, dengan nilai Rp61,602 triliun.
Menurut Arifin, sektor ini tetap menjadi tulang punggung ekonomi kawasan, sejalan dengan karakteristik wilayah Sumbagsel yang banyak ditopang oleh aktivitas agribisnis dan perdesaan.
Selain itu, kredit juga mengalir ke perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, konstruksi, serta berbagai sektor jasa lainnya, menunjukkan struktur pembiayaan yang relatif berimbang.
Dari sisi kebijakan inklusi keuangan, OJK mencatat capaian positif pada penyaluran kredit UMKM. Hingga November 2025, porsi kredit UMKM mencapai 38,20 persen dari total pembiayaan di Sumbagsel—melampaui target minimum nasional sebesar 30 persen.
“Total penyaluran kredit ke UMKM mencapai Rp124,34 triliun. Ini menunjukkan komitmen perbankan dalam mendukung usaha rakyat,” kata Arifin.[THQ]

