RELUNG.ID – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden pemukulan yang menimpa mahasiswa profesi dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri).
Direktur RSUD Siti Fatimah, dr. Syamsuddin Isaac Suryamanggala, Sp.OG, menegaskan sikap rumah sakit dalam mengecam keras tindakan kekerasan.
“Kami mengecam setiap bentuk kekerasan, baik di dalam maupun di luar lingkungan RSUD Siti Fatimah. Kejadian ini sangat disayangkan,” ujar Syamsuddin dalam keterangan pers, Minggu (15/12/2024).
Syamsuddin menjelaskan bahwa mahasiswa profesi dokter (koas) yang menjadi korban, Lutfi, pernah melaksanakan praktik pendidikan klinis di RSUD Siti Fatimah. Pengaturan jadwal jaga selama praktik dilakukan berdasarkan musyawarah di antara mahasiswa, yang kemudian disahkan oleh chief dan koordinator pendidikan.
Namun, ia menegaskan bahwa insiden pemukulan terjadi di luar lingkungan rumah sakit dan bukan dalam jam praktik koas tersebut.
“Kami tidak mengetahui adanya pertemuan korban dengan pelaku yang merupakan orang tua mahasiswa lain di luar jam praktik atau lingkungan rumah sakit,” katanya.
Terkait beredarnya informasi bahwa korban, Lutfi, tidak tidur di ruang khusus koas tetapi di ruang VVIP selama praktik, Syamsuddin mengatakan pihaknya akan memeriksa kebenaran informasi tersebut.
“Kami akan menelusuri informasi tersebut, karena perilaku koas selama praktik tidak dapat kami pantau satu per satu,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa RSUD tidak memberikan perlakuan khusus kepada koas tertentu.
Syamsuddin memastikan bahwa RSUD Siti Fatimah akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan FK Unsri serta koas. Ia menekankan bahwa jalur pengaduan telah tersedia untuk menangani keluhan atau masalah yang dialami mahasiswa profesi dokter selama praktik di rumah sakit.
“Manajemen terus berkomitmen mendukung pendidikan mahasiswa profesi dokter dan akan memperkuat koordinasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,”pungkasnya.
RSUD juga bekerja sama erat dengan FK Unsri untuk menyelesaikan kasus pemukulan yang kini menjadi perhatian publik.
“Saat ini fokus kami adalah membantu penyelesaian kasus pemukulan ini bersama pihak FK Unsri,” tambah Syamsuddin.[AYK]

