RELUNG.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$172,29 juta atau sekitar Rp3,04 triliun.
Nilai tersebut setara dengan 80 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada Tahun Buku 2025 yang tercatat sebesar US$215,36 juta.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan keputusan mempertahankan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) sebesar 80 persen menunjukkan komitmen perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
“Rasio pembayaran dividen kepada pemegang saham sebesar 80 persen juga mencerminkan keyakinan perseroan terhadap kualitas arus kas, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN di tengah dinamika industri energi global,” ujar Fajriyah.
Menurutnya, PGN tetap konsisten menjalankan kebijakan dividen sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan guna mendukung pengembangan infrastruktur dan bisnis gas bumi nasional.
PGN menilai prospek bisnis gas bumi domestik masih sangat positif dalam jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional serta peran strategis gas bumi sebagai energi transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, perseroan terus memperkuat keandalan operasional melalui pengelolaan portofolio gas berbasis pipa dan liquefied natural gas (LNG) secara adaptif, optimalisasi infrastruktur, serta penerapan efisiensi operasional dan keuangan.
“Ke depan, PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan tetap menerapkan disiplin keuangan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” tutupnya. (CKM)

