RELUNG.ID – Salwan Momika, pria yang menjadi terdakwa dalam kasus pembakaran Al-Qur’an di Swedia, dilaporkan tewas ditembak di rumahnya di Sodertalje pada Rabu (29/1) waktu setempat. Polisi Swedia telah mengonfirmasi insiden tersebut dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pembunuhan.
Menurut laporan AFP, kejadian tragis ini terjadi hanya sehari sebelum pengadilan di Stockholm dijadwalkan mengumumkan putusan terkait kasusnya. Namun, akibat kematian Momika, putusan itu kini ditunda hingga 3 Februari 2025.
Kepolisian Swedia menerima laporan mengenai insiden penembakan di dalam sebuah ruangan di Sodertalje, tempat tinggal Momika. Saat ditemukan, korban dalam kondisi terluka parah akibat tembakan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak tertolong.
“Seorang pria terkena tembakan dan telah dilarikan ke rumah sakit,” ujar pihak kepolisian dalam pernyataan resmi. Mereka kemudian memastikan bahwa korban meninggal dunia, dan penyelidikan kasus pembunuhan telah dibuka.
Sejumlah media melaporkan bahwa insiden tersebut kemungkinan disiarkan langsung di media sosial, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari otoritas terkait.
Momika menjadi sorotan dunia setelah aksinya yang membakar dan menodai Al-Qur’an dalam serangkaian aksi protes di Swedia pada musim panas 2023. Bersama seorang pengunjuk rasa lain, Salwan Najem, ia didakwa melakukan agitasi terhadap kelompok etnis pada Agustus 2024.
Aksi mereka, termasuk membakar Al-Qur’an di depan masjid di Stockholm, memicu kemarahan luas, khususnya dari komunitas Muslim di berbagai negara. Ketegangan meningkat hingga kedutaan besar Swedia di Baghdad, Irak, dua kali diserbu massa pada Juli 2023.
Pemerintah Swedia sendiri mengecam tindakan Momika, namun tetap menekankan bahwa negara mereka memiliki undang-undang kebebasan berbicara dan berkumpul yang dilindungi konstitusi.
Dengan kematian mendadak ini, pertanyaan besar muncul mengenai motif di balik pembunuhan tersebut, serta dampaknya terhadap situasi politik dan keamanan di Swedia.[TRA]

