RELUNG.ID – Lonjakan volume sampah di Kota Palembang semakin menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Setiap hari, timbulan sampah di kota ini mencapai sekitar 1.300 ton, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Akhmad Mustain, mengatakan saat ini tingkat pengelolaan sampah baru mencapai sekitar 74,32 persen. Dari total timbulan sampah tersebut, rata-rata hanya sekitar 1.000 ton yang berhasil diangkut ke tempat pembuangan akhir setiap harinya.
“Jika dihitung dari rata-rata produksi sampah per penduduk, masih ada sekitar 300 ton sampah yang tidak masuk ke TPA. Sampah itu bisa saja dikelola dari sumbernya atau malah berakhir dibuang sembarangan,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Palembang tengah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Palembang yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Menurut Mustain, keberadaan PLTSA nantinya akan menjadi solusi pengelolaan sampah di sisi hilir. Dengan teknologi pengolahan modern, sampah tidak hanya dibuang tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Peran masyarakat tetap menjadi kunci utama untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari rumah tangga.
Salah satu langkah yang terus didorong adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta membiasakan membawa botol minum sendiri atau tumbler saat beraktivitas.
“Kami mengajak masyarakat mulai membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Pengurangan sampah dari sumbernya sangat membantu meringankan beban pengelolaan kota,” jelasnya.
DLH juga memprediksi volume sampah akan kembali meningkat selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Konsumsi makanan yang meningkat biasanya diikuti dengan bertambahnya limbah rumah tangga.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi serta memilah sampah agar tidak menambah beban lingkungan.
“Jika pengelolaan sampah dari hulu dan hilir bisa berjalan seimbang, termasuk melalui PLTSA, maka persoalan sampah di Palembang dapat ditangani lebih optimal,” pungkas Mustain.[THQ]

