RELUNG.ID – Samsung memperkirakan permintaan global terhadap chip memori akan tetap tinggi tidak hanya sepanjang 2026, tetapi juga berlanjut hingga 2027.
Proyeksi ini disampaikan oleh Song Jai-hyuk, Chief Technology Officer (CTO) Samsung Device Solutions, dalam ajang Semicon Korea.
Song menjelaskan, lonjakan permintaan terutama datang dari perusahaan-perusahaan AI hyperscaler, yaitu raksasa teknologi yang membangun infrastruktur komputasi berskala besar untuk kebutuhan kecerdasan buatan.
Permintaan masif dari sektor ini mendorong kebutuhan memori dalam jumlah besar, sekaligus menyebabkan harga chip memori mengalami kenaikan signifikan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Samsung kini memprioritaskan produksi massal HBM4 (High Bandwidth Memory generasi keempat).
Pada kuartal ketiga tahun lalu, perusahaan mencatat peningkatan penjualan signifikan berkat tingginya permintaan HBM3E, dan tren tersebut berlanjut hingga kuartal keempat.
Pada kuartal pertama tahun ini, Samsung menargetkan penjualan HBM4 yang lebih baru. Song mengungkapkan bahwa umpan balik dari pelanggan korporasi yang telah menerima sampel dan pengiriman awal menyebutkan performa HBM4 “sangat memuaskan”.
Ke depan, Samsung juga mengembangkan teknologi pengikatan hibrida untuk chip HBM. Teknologi ini mampu menurunkan resistansi termal pada tumpukan 12H dan 16H hingga 20 persen.
Dalam pengujian internal, suhu pada die dasar tercatat 11 persen lebih rendah dibandingkan metode sebelumnya. Namun, Samsung belum mengungkapkan kapan teknologi ini akan tersedia secara luas.
Selain itu, Samsung memperkenalkan konsep zHBM, yakni teknologi penumpukan die secara vertikal pada sumbu Z.
Pendekatan ini diklaim dapat meningkatkan bandwidth memori hingga empat kali lipat, sekaligus menurunkan konsumsi daya sekitar 25 persen.
Samsung juga tengah mengembangkan desain HBM khusus yang mengintegrasikan kemampuan komputasi langsung ke dalam memori, dikenal sebagai Processing in Memory (PIM).
Menurut Song, teknologi ini berpotensi meningkatkan kinerja hingga 2,8 kali lipat tanpa mengorbankan efisiensi daya. (LWM)

