RELUNG.ID — Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan bahwa hingga tahun 2023, mereka telah menyerahkan dana santunan kecelakaan lalu lintas sebesar Rp62 miliar.
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumsel, Mulkan, menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri dari pembayaran santunan meninggal dunia sebesar Rp41 miliar dan santunan korban luka-luka sebesar Rp21 miliar.
Menurut Mulkan, angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 10,33 persen dari tahun sebelumnya, yakni tahun 2022.
BACA Juga : 6 Museum Ini Tawarkan Keindahan dan Sejarah Palembang, Yuk Mampir!
Dalam hal penyelesaian pelayanan, santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dapat diserahkan rata-rata dalam waktu 1,05 hari.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien. Penyelesaian santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dalam waktu singkat merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung masyarakat yang terdampak kecelakaan lalu lintas,” ujarnya pada Rabu (31/1/2024).
Mulkan juga menekankan bahwa klaim santunan ini dapat diproses setelah kejadian kecelakaan lalu lintas, dan pengajuan berkas tagihan rawatan korban luka-luka dapat diselesaikan dalam waktu 7 menit 14 detik setelah berkas lengkap.
BACA Juga : Kasus Meninggal COVID-19 di Sumsel Bertambah 3 Orang di Januari 2024
“Santunan yang diserahkan oleh Jasa Raharja kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan merupakan salah satu bentuk kepedulian negara kepada masyarakat. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang baik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” tambahnya.
Pada tahun 2024, Jasa Raharja Cabang Sumsel berencana terus melakukan upaya pencegahan jumlah kecelakaan lalu lintas dan mengurangi tingkat fatalitas korban kecelakaan. Upaya tersebut melibatkan sosialisasi, pemahaman, dan edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas serta menjaga keselamatan di jalan raya.
Dengan komitmen ini, Jasa Raharja Cabang Sumsel berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman dan menyelamatkan di wilayah Sumatera Selatan.

