Gempa bumi yang mengguncang Tapanuli Utara mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 25 lainnya luka-luka. Tak hanya itu, beberapa bangunan dan fasilitas di Tapanuli Utara juga mengalami kerusakan mulai dari jembatan, fasilitas kesehatan dan lain sebagainya.
Kepala BPBD Sumatera Utara, Abdul Haris Lubis mengatakan, pihaknya hingga saat ini masiih melakukan pendataan terhadap semua dampak dari Gempa berkekuatan Magnitudo lebih dari 5.0 ini. Berdasarkan pendataan sementara, satu orang meninggal dunia, 25 luka ringan dan dirawat di di RSUD Tarutung.
Sedangkan bangunan dan fasilitas yang rusak yakni 1 unit fasilitas kesehatan, 11 unit jalan/jembatan/irigasi, kerusakan rumah 143 unit, kerusakan gedung milik pemerintah 8 unit, rumah ibadah 12 unit dan juga kebakaran yang menghanguskan 19 kios di Pasar Sarulla, Pahae Jae akibat korsleting listrik.
“Saat ini personel tanggap bencana sudah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pemetaan kerusakan dan kajian cepat,” katanya, Sabtu (1/10).
Saat ini, Pemprov Sumut, Pemkab Taput dan pihak lainnya sudah mulai melakukan penanganan, pendataan, evakuasi, dan perawatan korban. “Kami juga sudah memberikan bantuan logistik dan lainnya,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Taput, Nikson Nababan, mengimbau kepada Kepala Desa dan Muspika di masing-masing wilayah di Kabupaten Taput untuk turun langsung membantu warga dan melayani masyarakat terkena imbas langsung bencana alam tersebut.
“Kita meminta kepada Kepala desa, Muspika tetap waspada, membangun dapur umum, membangun posko. Takutnya, masih ada gempa susulan. Kita harapkan bantuan semua pihak, kita harapkan tidak ada lagi gempa susulan,” pungkasnya.

