RELUNG.ID — Tenis lapangan merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer di dunia. Permainan ini menggunakan bola sebagai benda yang dipukul dan raket sebagai pemukulnya, dimainkan oleh dua pemain atau pasangan di lapangan yang dibatasi oleh jaring setinggi sekitar satu meter.
Sejarah Tenis Lapangan
Sejarah tenis lapangan dapat ditelusuri dari permainan bola tangan yang berkembang di Perancis pada abad ke-11, yang kemudian disebut jeu de paume atau ‘permainan telapak tangan’.
Permainan ini populer pada abad ke-16, dan antara abad ke-16 dan 18, permainan tersebut sangat dihormati di kalangan raja dan bangsawan. Pada 1530-an, Raja Henry VIII dari Inggris membangun lapangan tenis di Istana Hampton Court, dan raket pertama ditemukan pada 1583 di Italia.
Pada tahun 1874, popularitas tenis di Inggris meroket setelah publikasi buku berjudul ‘A Portable Court of Playing Tennis’ oleh Walter Clopton Wingfield, yang dianggap sebagai pelopor tenis lapangan.
Tenis Lapangan Masuk ke Indonesia
Di Indonesia, tenis mulai berkembang pada tahun 1920-an, saat sekolah-sekolah elite seperti Stovia, Rechrschool, dan Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) memperkenalkan tenis secara luas kepada masyarakat.
Tenis terus berkembang di Tanah Air, dan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) didirikan pada 26 Desember 1935. Ini menandai perjalanan tenis di Indonesia, yang sejak itu terus tumbuh dan menjadi bagian penting dari olahraga di negeri ini.

