RELUNG.ID — Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah menyiapkan pola kegiatan belajar mengajar khusus selama bulan Ramadan 2026. Penyesuaian ini dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan efektif tanpa menguras stamina siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Kepala Seksi Kurikulum SMK Disdik Sumsel, Lis Parida, menyebutkan sekolah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun dengan durasi jam pelajaran yang lebih singkat dibanding hari normal.
“Prinsipnya kegiatan belajar tetap berjalan, tetapi waktu setiap mata pelajaran akan dipangkas supaya siswa tetap fokus dan tidak kelelahan saat puasa,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Jika mengacu pada pelaksanaan Ramadan tahun-tahun sebelumnya, durasi jam pelajaran diproyeksikan berkurang dari 45 menit menjadi sekitar 30 menit. Meski demikian, ketentuan final masih menunggu Surat Edaran resmi terkait pengaturan jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama Ramadan.
Selain pemangkasan durasi belajar, jam masuk sekolah juga diperkirakan akan mengalami penyesuaian. Sekolah berpeluang memulai aktivitas lebih siang guna menjaga kondisi fisik dan konsentrasi siswa sepanjang hari.
Tak hanya fokus akademik, Disdik Sumsel juga mendorong sekolah mengisi Ramadan dengan kegiatan yang memperkuat nilai karakter dan spiritual. Sejumlah program keagamaan seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, dan pembinaan akhlak diproyeksikan menjadi agenda utama.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Sekolah kami dorong tidak hanya mengejar target kurikulum, tapi juga membangun nilai religius dan kedisiplinan siswa,” jelas Lis.[THQ]

