RELUNG.ID – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada 2026, LRT Sumatera Selatan (LRT Sumsel) memastikan layanan tetap berjalan normal seperti hari biasa.
Namun, ada kebijakan khusus yang diberlakukan sebagai bentuk toleransi bagi penumpang yang menjalankan ibadah puasa.
Penumpang yang masih berada di dalam rangkaian LRT saat waktu berbuka tiba diperbolehkan untuk makan dan minum, dengan ketentuan hanya makanan ringan serta minuman dalam tumbler atau botol tertutup.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan bahwa aturan ini merupakan pengecualian dari larangan makan dan minum yang selama ini berlaku di dalam kereta.
“Selama bulan Ramadan, kami memberikan kelonggaran bagi penumpang untuk berbuka puasa jika masih berada dalam perjalanan. Namun tetap kami batasi agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain,” katanya, Selasa (17/2/2026).
Dia menambahkan, perjalanan terakhir LRT Sumsel berangkat pukul 19.01 dari Stasiun DJKA dan 19.55 dari Stasiun Bandara, sehingga tidak sedikit penumpang yang masih berada di dalam kereta saat adzan Magrib berkumandang.
Petugas LRT akan mengingatkan penumpang ketika waktu berbuka telah tiba.
Meski demikian, Aida menekankan pentingnya menjaga kebersihan serta ketertiban selama berada di dalam kereta.
Selama Ramadan, jam operasional LRT Sumsel tidak mengalami perubahan.
Layanan tetap berlangsung dengan 94 perjalanan setiap hari, mulai pukul 05.06 hingga 20.43 WIB, dengan waktu tunggu antar kereta (headway) sekitar 18 menit.
Aida juga memaparkan data penumpang hingga pertengahan Februari 2026. Sejak 1 Januari hingga 16 Februari 2026, LRT Sumsel telah melayani 571.837 penumpang, dengan rata-rata 12.166 penumpang per hari.
“Rekor tertinggi tercatat pada 1 Januari 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 37.461 orang dalam satu hari,” tutupnya. (ril)

