RELUNG.ID – Angka kemiskinan di Empat Lawang yang sempat meningkat selama pandemi Covid 19 kini telah menunjukkan tren penurunan.
Saat ini angka kemiskinan turun menjadi 10,78 persen dari sebelumnya 11,8 persen pada tahun 2023 lalu.
Demikian diungkapkan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Empat Lawang, Lasdiarso melalui Ketua Tim Fungsi Statistik Sosial, Megry Fatra Humbara, Senin (5/8).
Dia menjelaskan, penurunan angka kemiskinan ini tidak terlepas dari faktor-faktor ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat setempat, terutama di sektor pertanian.
Musim panen yang baik serta kenaikan harga komoditas seperti kopi dan sawit telah meningkatkan pendapatan para petani.
“Mayoritas penduduk kita adalah petani. Harga kopi dan sawit yang tinggi meningkatkan konsumsi mereka, sehingga banyak yang terangkat dari garis kemiskinan,” ujarnya.
Megry menjelaskan, bahwa garis kemiskinan diukur berdasarkan pengeluaran minimum yang dibutuhkan untuk hidup layak. Pada tahun 2024, garis kemiskinan di Kabupaten Empat Lawang berada di angka Rp421.747 per kepala per bulan, naik dari Rp411.191 dari tahun 2023.
“Kenaikan harga hasil pertanian membuat banyak warga yang tadinya berada di bawah garis kemiskinan kini bisa terangkat. Meskipun gaji mereka mungkin kecil, konsumsi yang mereka miliki dari hasil lahan sendiri dan bantuan keluarga membantu mereka untuk hidup lebih layak,” jelasnya.
Dia berharap tren penuruunan ini terus berlanjut seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di Empat Lawang. (SLM)

