RELUNG.ID – Seorang pemuda bernama Madon (20), yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamen angklung, dilaporkan hilang terseret derasnya arus Sungai Musi di wilayah Lorong Pompa, Kelurahan Tanjung Makmur, Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, pencarian intensif kini tengah dilakukan di sepanjang aliran sungai.
Kejadian bermula saat korban bersama tiga orang rekannya tiba di Tebing Tinggi pada Jumat (23/1) setelah sebelumnya mengamen di wilayah Lahat.
Pada Sabtu pagi, usai mengais rezeki dengan alunan angklungnya, keempat pemuda ini memutuskan untuk membersihkan diri dan mandi di tepian Sungai Musi, tepatnya di kawasan Lorong Pompa.
Namun, kegembiraan mereka berubah menjadi kepanikan saat Madon diduga mengalami kesulitan saat berenang.
“Korban diduga tidak bisa berenang sehingga terseret arus dan tenggelam,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Empat Lawang, Fero Ananta, mewakili Plt Kalaksa Hendra Lezi.
Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya debit air sungai membuat upaya tersebut sia-sia. Korban pun hilang dari pandangan dalam sekejap.
Mendapat laporan dari Dayat, salah satu rekan korban, BPBD Empat Lawang langsung bergerak cepat. Sebanyak 10 personel dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan.
“Tim Pusdalops-PB telah turun ke lapangan. Saat ini, penyisiran dilakukan mulai dari area pasar hingga Lorong Pompa, Tanjung Makmur,” tambah Fero.
Madon dikenal sebagai bagian dari kelompok pengamen angklung jalanan yang sering terlihat di wilayah Tebing Tinggi.
Meski bukan warga asli setempat, informasi warga menyebutkan mereka berasal dari Palembang dan kehadiran mereka cukup dikenal oleh masyarakat sekitar pasar.
Lekat, salah seorang warga yang ikut memantau proses pencarian, membenarkan bahwa rombongan pengamen tersebut memang sering terlihat melintas. “Bukan warga sini, tapi memang sering main angklung di sekitar pasar,” ungkapnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan dari BPBD masih terus menyisir aliran Sungai Musi dengan harapan korban segera ditemukan.
Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk selalu waspada saat beraktivitas di sungai, mengingat kondisi arus yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keselamatan. (SLM)

