RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Empat Lawang terus memacu akselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Hingga pertengahan Juli ini, progres pendataan lapangan telah menyentuh angka lebih dari 40 persen, sesuai dengan target yang ditetapkan.
Di balik capaian tersebut, BPS tidak sekadar mengandalkan kecepatan. Mereka menerapkan strategi Ngisih Bareng, sebuah kegiatan kolaboratif yang dirancang untuk membekali petugas lapangan dengan komunikasi persuasif serta penguatan koordinasi lintas instansi.
Kepala BPS Kabupaten Empat Lawang, Lasdiarso, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukanlah tugas sederhana yang hanya sekadar mendatangi rumah atau tempat usaha. Diperlukan seni komunikasi dan pendekatan yang tepat agar data yang dihasilkan berkualitas tinggi.
Menanggapi dinamika di lapangan, Lasdiarso mengakui adanya resistensi dari sebagian masyarakat adalah hal yang wajar dalam pendataan skala besar. Namun, ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja petugas.
“Jika ada yang menolak, kami anggap wajar. Kami mengedepankan pendekatan persuasif. Kami juga terus mengevaluasi petugas, apakah kendalanya karena cara berkomunikasi yang kurang tepat atau waktu kunjungan yang kurang pas,” ujar Lasdiarso.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, BPS tidak bekerja sendiri. Mereka menjalin koordinasi intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang guna membangun kepercayaan masyarakat dan memudahkan akses pendataan.
Selain faktor manusia, BPS Empat Lawang mengandalkan teknologi sebagai mata untuk menjaga kualitas data. Melalui dashboard monitoring yang canggih, seluruh proses di lapangan dipantau secara real-time.
Sistem ini memungkinkan BPS mendeteksi adanya anomali data informasi yang tidak lazim atau tidak sesuai pola umum.
Contohnya, dalam sektor pertanian, sebuah usaha yang tampak tidak memperoleh keuntungan akan langsung diverifikasi kembali.
“Anomali bukan berarti salah, tapi perlu dipastikan validitasnya. Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan agar data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi riil,” jelasnya.
BPS berharap perpaduan antara pendekatan humanis dan teknologi ini dapat membuahkan hasil data yang akurat.
Data tersebut nantinya akan menjadi fondasi utama bagi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam menyusun kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi yang tepat sasaran di masa depan.
Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 40 persen, BPS optimistis seluruh rangkaian Sensus Ekonomi di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati dapat terselesaikan tepat waktu dengan kualitas data yang dapat dipertanggungjawabkan. (SLM)

