Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Sensus Ekonomi Ditolak Warga OKI, BPS Libatkan RT Hingga Kedinasan
Regional

Sensus Ekonomi Ditolak Warga OKI, BPS Libatkan RT Hingga Kedinasan

alwiBy alwi03/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
BPS OKI. (Nandoeng/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pelaksanaan sensus ekonomi di Ogan Komering Ilir (OKI) masih mendapatkan sejumlah penolakan dari warga.

Hal ini dipicu adanya kesalahpahaman informasi terkait dari sensus ekonomi tersebut.

Demikian diakui oleh Ketua Sensus Ekonomi BPS OKI, Mohammad Adi Putra, Kamis (3/9/2026).

Baca juga :   Komite Perawat Segera Cabut Kewenangan Klinis Oknum Perawat yang Cabul

Menurutnya, asumsi warga terhadap sensus ekonomi dipicu adanya informasi yang tidak benar di media sosial.

Metode pengelompokan tingkat kesejahteraan warga atau desil, justru dianggap warga sebagai pendataan taraf atau tingkat kemiskinan berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi.

Menyikapi penolakan tersebut, pihak BPS OKI mengambil langkah dengan cara melibatkan langsung pemangku kebijakan di pemerintah daerah, mulai dari jenjang terbawah seperti RT, Kades, Camat, Diskominfo hingga pihak Dinas Perdagangan (Disdag) OKI.

Baca juga :   Bupati Muba Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD

Untuk meminimalisir penolakan warga, BPS OKI melakukan pendekatan kepada warga agar bersedia untuk dilakukan sensus ekonomi.

“Penolakan tetap pasti ada, tapi tidak banyak. Tapi kita terus mendatangi warga dengan membawa RT ataupun kades menjelaskan warga yang sebelumnya menolak untuk disensus,” kata Adi, Kamis (3/9/2026).

Adi menjelaskan, saat ini hingga tanggal 15 September 2026 nanti, BPS OKI masih tetap melakukan pendataan kembali dengan cara menyisir warga yang belum terdata oleh petugas sensus.

Baca juga :   Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Perempuan Hamil di Ogan Ilir, Kekasih Korban Ditangkap

Penyisiran dilakukan untuk menjaga kualitas agar tidak ada entitas warga yang tidak tercatat dalam pendataan sensus ekonomi.

“Petugas saat ini sedang melakukan evaluasi sembari melakukan penyisiran hingga 15 September 2026 nanti,” jelasnya.

Selain itu, BPS OKI juga melakukan pemeriksaan ulang atas data sensus ekonomi yang sudah dilakukan oleh petugas. Hal itu berfungsi sebagai kontrol penjagaan jaminan kualitas ekonomi warga.

Baca juga :   BPS Sumsel Akui DTSEN Belum Sempurna, 2.170 Data Masyarakat Belum Ditemukan di Sensus Ekonomi

Pemeriksaan ulang hanya dilakukan untuk data yang dianggap tidak sesuai atau bahkan yang tidak tercatat. Dalam pemeriksaan ulang, hanya beberapa poin penting saja yang akan ditanyakan, seperti modal, keuntungan atau pendapatan dan juga penyebabnya.

“Karena ini sensus ekonomi, tentunya hal mendasar dari sisi ekonomi itu sendiri yang dipertanyakan. Seperti berapa modal awal dari usaha warga tersebut, berapa pendapatan atau keuntungan yang didapatkan secara berkala. Jika dari data modal dan keuntungan tidak sesuai, maka kita harus mencari solusinya,” kata Adi Putra.

Adi menambahkan, jika terjadi memperbaiki kesalahan atau kejanggalan pendataan atau sensus saat ini, perbaikan pendataan akan dilakukan 10 tahun mendatang.

Baca juga :   1,5 Juta Usaha di Sumsel Terdata Dalam Sensus Ekonomi

“Kami mendatangi lagi warga yang datanya ada kesalahan atau kejanggalan untuk diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki saat ini, terpaksa harus menunggu 10 tahun lagi,” pungkasnya. (HWJ)

BPS OKI Sensus Ekonomi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTiga Hektare Lahan Tidur di Danau Alai Dempo Selatan Pagar Alam Terbakar
Next Article Di Tengah Sorotan Ucapan Ultah OPD, Istri Gubernur Kalteng Menangis: Kenapa Orang Mudah Menghakimi?
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,914 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,786 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,759 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?