RELUNG.ID — Lonjakan kebutuhan uang tunai menjelang Lebaran 2026 kian terasa. Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi penukaran uang kartal telah mencapai 91 persen dari total yang disiapkan, melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 89 persen.
Deputi Gubernur BI, Ricky Perdana Gozali, mengatakan tingginya angka tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Realisasi tahun ini sudah 91 persen. Ini menunjukkan permintaan masyarakat terhadap uang tunai sangat tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, BI telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp185,6 triliun, naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu. Tak hanya itu, layanan penukaran uang juga diperluas agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Penukaran kini tidak hanya melalui perbankan atau aplikasi digital, tetapi juga hadir langsung di titik-titik strategis seperti rest area jalan tol, stasiun, hingga lokasi keramaian lainnya.
Langkah ini terbukti efektif mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat, terutama untuk kebutuhan tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) dalam bentuk uang pecahan baru.
Menurut Ricky, tingginya realisasi penukaran uang menjadi indikator positif bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Ini mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih baik, terlihat dari tingginya transaksi penukaran uang di masyarakat,” jelasnya.
Di tengah tingginya perputaran uang tunai, BI juga mengingatkan masyarakat untuk merawat uang rupiah agar tetap layak edar. Melalui kampanye “5J”, masyarakat diminta tidak melipat, mencoret, menstaples, meremas, maupun membasahi uang.[THQ]

