RELUNG.ID — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meluruskan penyebab kemacetan yang sempat terjadi di sejumlah jalur mudik di wilayahnya. Ia menegaskan, kepadatan lalu lintas tersebut bukan akibat kesalahan rekayasa jalan, melainkan dipicu insiden kendaraan di lapangan.
Hal ini disampaikan Deru usai berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait evaluasi arus mudik. Dari hasil pembahasan, ditemukan bahwa kemacetan terjadi karena gangguan teknis kendaraan yang menghambat laju arus.
“Ada kendaraan yang membawa besi dan tumpah di jalan, itu yang menyebabkan arus tersendat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Tak hanya itu, kemacetan juga diperparah oleh kendaraan yang tidak mampu menanjak di sejumlah titik. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kendaraan harus dibantu alat berat untuk bisa melanjutkan perjalanan.
“Ada juga mobil yang tidak kuat menanjak sampai harus didorong ekskavator, ini tentu berdampak pada antrean panjang,” katanya.
Meski sempat terjadi gangguan, Deru memastikan secara umum kondisi infrastruktur jalan di Sumatera Selatan masih dalam keadaan baik dan layak dilalui pemudik.
“Secara fungsional, jalan kita tidak ada masalah. Rata-rata dalam kondisi bagus,” tegasnya.
Untuk mencegah kemacetan berulang, pemerintah bersama kepolisian juga telah mengambil langkah tegas terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Truk-truk yang melanggar aturan tersebut kini telah diamankan dan tidak diizinkan beroperasi selama periode krusial arus mudik.
Menurut Deru, kendaraan ODOL yang terjaring langsung diarahkan ke lokasi penampungan, salah satunya di kawasan Pangkalan Balai.
“Yang melanggar langsung dimasukkan ke kantong-kantong penampungan oleh pihak kepolisian,” jelasnya.
Kebijakan ini diberlakukan sejak H-5 Lebaran hingga mendekati hari raya, sebagai upaya menjaga kelancaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.[THQ]

