RELUNG.ID- Hari kedua aksi mogok kerja buruh PT Asia Palm di kawasan KBN Marunda, Jakarta Utara, diwarnai dugaan intimidasi yang melibatkan seorang oknum anggota TNI.
Insiden tersebut sempat memicu adu argumentasi antara pengurus serikat buruh dan oknum aparat sebelum akhirnya diklaim berakhir dengan permintaan maaf di lokasi.
Berdasarkan keterangan Serikat Buruh Aneka Industri (SBAI) PT Asia Palm bersama Dewan Pimpinan Pusat Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (DPP FBTPI), aksi mogok kerja dimulai pada Kamis (30/7/2026) sebagai bentuk protes atas dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 13 anggota serikat buruh.
Selain mempersoalkan PHK, serikat buruh juga menuding perusahaan melanggar perjanjian bersama yang sebelumnya telah disepakati dalam penyelesaian aksi mogok kerja terdahulu.
Memasuki hari kedua aksi, Jumat (31/7/2026), para buruh mengaku melihat adanya tenaga kerja dari luar perusahaan yang masuk ke area operasional.
Serikat buruh menilai langkah tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 144 Undang-Undang Ketenagakerjaan yang, menurut mereka, melarang pengusaha menggantikan pekerja yang sedang melaksanakan mogok kerja secara sah.
Saat peserta aksi mempertanyakan masuknya tenaga kerja tersebut, situasi disebut mulai memanas setelah sejumlah oknum anggota TNI datang ke lokasi.
Menurut kronologi yang disampaikan serikat buruh, salah seorang oknum TNI kemudian menanyakan alamat salah satu peserta aksi dan diduga mengeluarkan ucapan bernada ancaman.
Serikat buruh mengklaim oknum tersebut mengatakan, “Awas kalian, kucari kalian, kukarungin kalian.”
Ucapan tersebut kemudian dilaporkan kepada pengurus DPP FBTPI yang berada di posko aksi.
Menindaklanjuti laporan itu, pengurus DPP FBTPI mendatangi oknum TNI yang bersangkutan untuk meminta penjelasan terkait ucapan yang dianggap sebagai bentuk intimidasi terhadap anggota federasi.
Pertemuan tersebut sempat berlangsung panas dan memicu adu argumentasi antara kedua belah pihak. Namun, menurut serikat buruh, situasi akhirnya berhasil diredam.
Serikat buruh menyatakan oknum TNI tersebut telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para buruh dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Dalam keterangannya, serikat buruh juga menegaskan kronologi tersebut disampaikan sebagai klarifikasi atas video yang beredar di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Mereka membantah narasi yang menyebut insiden tersebut berkaitan dengan sengketa lahan atau perebutan area parkir pasar. Menurut serikat, peristiwa itu murni terjadi dalam rangkaian aksi mogok kerja buruh PT Asia Palm di kawasan KBN Marunda.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Asia Palm maupun institusi TNI terkait kronologi dan tudingan yang disampaikan serikat buruh. Karena itu, informasi mengenai dugaan intimidasi tersebut masih merupakan klaim dari pihak serikat buruh dan menunggu tanggapan dari pihak-pihak terkait.[YKP]

