RELUNG.ID – Sebagian orang terkadang mengeluhkan pusing saat selesai makan. Meskipun pusing juga terkadang dengan beragam faktor penentu lainya.
Baca Juga: Cium Bayi Sembarangan Berbahaya Loh! Ini 6 Penyakit yang Bisa Terjadi
Dilansir dari alodokter ada beberapa faktor penyebab setelah makan menimbulkan pusing. Simak dibawah ini 5 penyebabnya :
1- Makan makanan dingin
Konsumsi makanan dingin, seperti es krim atau buah yang dibekukan, bisa memicu keluhan pusing setelah makan. Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya pelebaran pembuluh darah dan peningkatan aliran darah ke kepala sebagai respons terhadap paparan suhu dingin dalam mulut dan kerongkongan.
Efeknya, pusing setelah makan makanan dingin pun muncul. Namun, sifatnya hanya sementara atau berlangsung selama beberapa detik atau menit saja.
2- Hipoglikemia postprandial
Pusing setelah makan bisa disebabkan oleh hipoglikemia postprandial. Kondisi ini ditandai dengan penurunan kadar gula darah setelah beberapa jam makan. Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, hipoglikemia postprandial sering dikaitkan dengan obesitas dan operasi bariatrik.
Pusing yang disebabkan oleh hipoglikemia postprandial biasanya mulai terasa 4 jam setelah makan.
3- Alergi makanan
Penyebab pusing setelah makan lainnya adalah alergi makanan. Bila disebabkan oleh alergi makanan, keluhan pusing setelah makan juga disertai dengan gejala lain, seperti kulit gatal, bentol-bentol, ruam, hidung tersumbat, sakit perut, mual, diare, serta pembengkakan pada bibir, wajah, atau mata.
Baca Juga: Catat! Makanan dan Minuman Ini Buat Badan Kamu Bau
Tanda-tanda tersebut sebaiknya jangan diabaikan, karena ada kemungkinan reaksi alergi berat. Oleh karena itu, bila Anda atau orang di rumah Anda mengalami reaksi alergi, sebaiknya segeralah ke dokter.
4- Intoleransi makanan
Gejala intolerasi makanan biasanya lebih kepada gangguan pencernaan, seperti sakit perut, perut kembung, sering kentut, dan diare. Namun, sama halnya dengan alergi makanan, intoleransi makanan juga bisa menyebabkan keluhan pusing setelah makan.
Perlu diingat bahwa intoleransi makanan dan alergi makanan tidaklah sama. Intoleransi makanan terjadi karena tubuh sulit mencerna makanan tertentu, sedangkan alergi makanan disebabkan oleh reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap zat dalam makanan.
5- Gangguan TMJ (temporomandibular joint disorder)
TMJ merupakan kelainan pada sendi rahang yang memicu timbulnya rasa nyeri pada sendi serta otot di sekitar rahang. Rasa nyeri biasanya muncul saat sedang membuka atau menutup mulut, seperti ketika sedang mengunyah.
TMJ dapat menyebabkan berbagai gejala, salah satunya pusing ketika sedang atau setelah makan. TMJ perlu untuk ditangani dengan tepat, terutama jika rasa sakit yang muncul terjadi secara terus-menerus.

