Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Setelah 34 Tahun Dipasung, Warga Paiker Empat Lawang Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa
Regional

Setelah 34 Tahun Dipasung, Warga Paiker Empat Lawang Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

alwiBy alwi15/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Apandi (54), warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang saat dibebaskan dari pasung. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Setelah menjalani hidup dalam pasungan selama 34 tahun, Apandi (54), warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang, akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memperoleh perawatan medis yang layak.

Pada Selasa (9/6/2026), Apandi dievakuasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Bengkulu oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang dan Puskesmas Nanjungan. Proses evakuasi turut didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Empat Lawang, Hepy Safriani.

Baca juga :   Tekan Inflasi Akhir Tahun, Pemkab Empat Lawang Gelar Operasi Pasar Murah

Selama lebih dari tiga dekade, Apandi hidup dalam kondisi dipasung oleh keluarganya karena mengalami gangguan kejiwaan yang dinilai sulit dikendalikan dan dikhawatirkan dapat mengganggu lingkungan sekitar.

Menurut informasi yang dihimpun, upaya pembebasan Apandi sebenarnya telah dilakukan pemerintah daerah sejak tahun lalu. Namun saat itu keluarga belum bersedia melepas pasungan yang telah membelenggu Apandi sejak 1992.

Titik terang baru muncul pada tahun ini setelah Ongli, anak Apandi, menyetujui proses evakuasi dan perawatan medis bagi ayahnya. Keputusan tersebut diambil dengan harapan Apandi dapat memperoleh penanganan yang lebih baik dari tenaga kesehatan profesional.

Baca juga :   Meninggal Dunia di Jakarta, Jenazah Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Bakal Dimakamkan di Palembang

Ketua TP PKK Kabupaten Empat Lawang, Hepy Safriani, mengatakan bahwa penderita gangguan jiwa memerlukan penanganan medis yang tepat dan tidak seharusnya dikucilkan dari lingkungan sosial.

“Jika kondisi pasien sudah seperti yang dialami Pak Apandi, maka penanganannya harus dilakukan oleh tenaga medis dan dokter spesialis kejiwaan. Kami berharap tidak ada lagi warga yang mengalami kondisi serupa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berkomitmen untuk menghapus praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa serta memastikan mereka mendapatkan hak atas layanan kesehatan yang layak.

Baca juga :   Wali Kota Prabumulih Panen Raya Perdana Padi Lebak di Payuputat

Keberhasilan evakuasi Apandi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan kesehatan jiwa secara profesional. Pemerintah daerah mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan kasus serupa di lingkungan masing-masing.

“Jangan takut atau malu untuk melapor. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan akan memberikan pendampingan dan pelayanan pengobatan. Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan kesempatan untuk sembuh dan hidup lebih baik,” kata Hepy.

Kini, setelah 34 tahun hidup dalam keterbatasan, Apandi memulai babak baru dalam hidupnya. Perawatan yang dijalaninya di Rumah Sakit Jiwa Kota Bengkulu diharapkan dapat membantu memulihkan kondisinya dan memberikan harapan baru bagi masa depannya. (SLM)

Empat Lawang Pasung Rumah Sakit Jiwa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article2 Pelaku Curas di Empat Lawang Ditangkap, Satu Ditembak
Next Article Dipicu Aksi Bakar Ban, Demo Mahasiswa di Lubuklinggau Jadi Ricuh
alwi

Related Posts

Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20262 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Regional

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,928 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,800 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,773 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?