RELUNG.ID – Aktris Cinta Laura dijadwalkan mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal Oktober 2026.
Dalam kunjungannya, Cinta akan menyalurkan langsung donasi yang telah terkumpul untuk membantu para korban bencana.
Donasi yang berhasil dihimpun hingga kini mencapai sekitar Rp120 juta. Cinta berencana menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah NTT.
Kesiapan Cinta untuk turun langsung ke lokasi bencana juga dibarengi dengan kesediaannya menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas di lapangan.
Ia bahkan menyatakan siap menginap di tenda pengungsian dan menggunakan fasilitas sanitasi sederhana milik warga selama berada di lokasi.
“Aku sudah siap. Kemarin diinfokan ada kemungkinan harus tidur di tenda dan menggunakan kamar mandi rumah warga yang sangat mendasar,” kata Cinta.
Menurutnya, fasilitas dasar yang tersedia di lokasi sudah cukup selama kebutuhan pokok tetap dapat terpenuhi. Ia tidak ingin kunjungannya ke daerah bencana justru dibebani dengan tuntutan kenyamanan.
“Ada air mengalir, tetapi tentu tidak bisa berekspektasi fasilitasnya seperti di rumah sendiri. Itu tidak masalah, karena aku datang untuk membantu, bukan mencari kemewahan,” tegasnya.
Keputusan untuk menginap di tenda juga berkaitan dengan kondisi wilayah yang masih berpotensi mengalami gempa susulan.
Cinta menilai berada di dalam bangunan beton ketika aktivitas seismik masih berpotensi terjadi justru dapat meningkatkan risiko keselamatan.
Selain mempersiapkan diri untuk menyalurkan bantuan secara langsung, Cinta turut menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang memiliki standar ketahanan terhadap gempa.
Ia berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat memperkuat regulasi terkait standar bangunan tahan gempa di seluruh Indonesia.
“Mudah-mudahan ini jadi kesadaran bagi orang-orang yang memiliki kuasa lebih tinggi daripada aku. Bangunan-bangunan yang dibangun di setiap tempat di Indonesia harus bisa lebih tahan gempa,” ujarnya.
“Jangan sampai korban jiwa berjatuhan karena kualitas gedung-gedung kita yang tidak bisa tahan gempa magnitudo tinggi,” sambung Cinta.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga mengunjungi masyarakat terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT.
Dalam kunjungannya pada Rabu (16/9/2026), Jokowi bahkan bermalam di tenda pengungsian bersama warga sebelum kembali ke Sikka pada keesokan harinya.
Pulau Palue merupakan salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan NTT pada Sabtu (15/8/2026).
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, mulai dari rumah warga, kantor pemerintahan hingga tempat ibadah. Warga juga menghadapi persoalan akses yang terputus dan keterbatasan air bersih.
Ribuan warga terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman rumah maupun fasilitas publik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat gempa NTT mencapai 142 orang hingga Selasa (15/9/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang meninggal dunia secara langsung akibat gempa, sedangkan 94 orang lainnya meninggal dunia saat berada di lokasi pengungsian. (vid)

