RELUNG.ID – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Magelang berinisial MSM memberikan klarifikasi terkait tangkapan layar Zoom meeting Badan Gizi Nasional (BGN) yang memperlihatkan dirinya sedang berada di toilet.
Tangkapan layar tersebut belakangan viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. MSM menegaskan bahwa dirinya tidak sengaja mengaktifkan kamera ponsel saat mengikuti rapat daring tersebut.
“Ini Zoom internal BGN, jadi ada beberapa oknum peserta yang tindakannya kurang menyenangkan. Itu mengambil hasil tangkapan layar saya waktu posisi saya lagi membersihkan diri,” kata MSM, Jumat (18/9/2026).
Menurut MSM, kejadian tersebut berlangsung pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia mengaku sedang mengalami sakit perut sejak sehari sebelumnya.
Karena tidak ingin tertinggal materi rapat, MSM membawa ponselnya ke kamar mandi untuk tetap mengikuti jalannya Zoom meeting.
“Saya mengikuti Zoom itu perut saya memang lagi sakit. Hari Minggu saya merasa sakit perut. Nah otomatis saat mengikuti Zoom saya ke toilet,” ujarnya.
MSM mengaku telah menonaktifkan kamera depan ponselnya sebelum masuk ke kamar mandi. Namun, ketika hendak meletakkan perangkat tersebut, jarinya diduga tidak sengaja menyentuh layar hingga kamera kembali aktif.
“Saat masuk kamar mandi itu, saya sadar menonaktifkan kamera. Lalu saya letakkan, kok tiba-tiba itu enggak sengaja tersenggol jari saya. Berarti kayak jari itu kena layar itu terus layarnya tiba-tiba menyala,” tuturnya.
Ia mengaku tidak menyadari kamera telah kembali aktif ketika berada di toilet.
“Itu posisi saya lagi membersihkan diri,” sambungnya.
MSM juga menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya berada di rumah. Ia sempat duduk di kloset sebelum memilih posisi jongkok agar lebih nyaman saat membersihkan diri.
Setelah tangkapan layar tersebut beredar luas, MSM mengaku langsung melakukan klarifikasi kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Magelang dan Koordinator Regional (Kareg) Jawa Tengah.
Ia juga menempuh jalur hukum dengan melaporkan akun yang diduga menyebarkan tangkapan layar tersebut ke Polres Magelang Kota.
“Sampun, sudah melapor resmi (ke Polres Magelang Kota). Saya menyampaikan laporan hari Kamis (17/9). Belum di-BAP, baru menulis kronologi kejadian,” katanya.
MSM mengatakan, dirinya menduga tangkapan layar tersebut dibuat oleh salah satu peserta internal Zoom meeting. Sebab, menurut dia, rapat tersebut tidak dapat diikuti secara bebas oleh pihak luar.
Ia mengaku kejadian tersebut turut memengaruhi kondisi pribadinya dan aktivitas pekerjaan.
“Iya gara-gara berita tersebut, malam hari (Selasa malam), saya nggak bisa tidur, kepikiran. Jadi mengganggu di pekerjaan saya juga,” ujarnya.
Sementara itu, Korwil SPPG Kota Magelang Farhan Firdaus membenarkan telah meminta klarifikasi MSM setelah mengetahui kejadian tersebut.
“Yang bersangkutan menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan keteledoran dari yang bersangkutan. Yang bersangkutan juga mengatakan dirinya sudah merasa mematikan kamera ketika masuk ke toilet,” kata Farhan.
Farhan menjelaskan, Zoom meeting tersebut merupakan agenda internal BGN terkait sosialisasi penyesuaian standar operasional prosedur (SOP) yang digelar sepanjang pekan tersebut. Kejadian itu berlangsung pada hari pertama kegiatan, yakni Senin.
Menurut Farhan, para peserta rapat pada awalnya tidak menyadari kamera MSM dalam kondisi aktif.
“Cuma memang sempat ada yang SS (screenshot), kita juga nggak tahu itu siapa yang SS,” ujarnya.
Farhan menambahkan, MSM telah menyampaikan permintaan maaf kepada dirinya dan Kareg Jawa Tengah untuk kemudian diteruskan kepada pihak terkait.
“Yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada saya dan juga Kareg Jateng untuk disampaikan kepada atasan,” pungkasnya. (vid)

