RELUNG.ID – Bupati Banyuasin, Askolani menyampaikan sindiran tajam kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin yang dianggap melupakan dirinya setelah melepas jabatan pada periode pertama. Sindiran itu diungkapkan dalam acara pisah sambut, syukuran, dan pembukaan Safari Ramadan 1446 H, Rabu (5/3/2025) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Askolani menyoroti sikap sejumlah kepala dinas, kepala badan, dan camat yang terkesan tidak memberikan dukungan setelah masa jabatannya berakhir, terutama menjelang pertarungan Pilkada Banyuasin pada 20 November lalu.
“(Kita) jadikan kadis, kaban, camat, tapi tidak bantu,” ujar Askolani dengan nada tegas.
Meski demikian, Askolani menganggap peristiwa tersebut sebagai hikmah karena dapat melihat siapa saja yang benar-benar setia dan siapa yang justru menjauh saat dirinya tidak lagi menjabat.
“Jadi tahu siapa yang setia dan tidak,” lanjutnya.
Askolani mengungkapkan bahwa setelah lima tahun menjabat di periode pertama, dirinya sempat merasa terasingkan dan bahkan menjadi sasaran kritik serta cacian. Kondisi ini membuatnya merasa miris, tetapi ia mengaku menjadikannya sebagai pelajaran berharga.
“Ini menjadi pelajaran penting,” bebernya.
Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan dendam terhadap kejadian tersebut. Meski begitu, ia juga tidak akan melupakannya.
Kini, setelah berpasangan dengan Netta Indian dan berhasil memenangkan Pilkada, Askolani berkomitmen untuk terus membangun Banyuasin menuju visi Bangkit, Adil, dan Sejahtera. (RDK)

