RELUNG.ID – Tawuran antar kelompok remaja di Jalintim Palembang-Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, berujung tragis.
Seorang remaja tewas dan dua lainnya mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam dalam insiden yang terjadi pada Rabu (5/3/2025) dini hari.
Tim gabungan Unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dan Satreskrim Polres Banyuasin bergerak cepat dengan mengamankan empat orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Keempat pelaku yang diamankan adalah IB (16), warga Pangkalan Balai, Adriansyah (20), warga Wiata Mandala Banyuasin, serta dua saudara kembar RR (16), warga Kecamatan Banyuasin.
Kanit 5 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, AKP Novel Siswandi SH, bersama AKP Tedy Bharata SH memimpin langsung penangkapan para pelaku di beberapa lokasi berbeda. Saat ini, keempatnya telah diserahkan ke Satreskrim Polres Banyuasin untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, yakni parang dan pisau, serta tongkat bisbol dan dua unit sepeda motor yang diduga digunakan saat tawuran berlangsung.
Korban yang meninggal dunia dalam insiden ini berinisial RK (16). Ia mengalami luka tusuk di perut, dada, serta luka di kepala yang cukup parah.
Sementara dua korban lainnya, AR (16) dan RN (16), kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. AR mengalami luka tusuk di lengan kiri, sedangkan RN mengalami luka di bagian pinggang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran maut ini berawal saat kelompok korban yang berasal dari Betung melakukan konvoi sepeda motor menuju Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III.
Di lokasi kejadian, tepatnya di depan Rumah Makan Armada Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh, kelompok mereka bertemu dengan rombongan remaja lain yang berasal dari Pangkalan Balai dan sedang menuju ke Betung.
Ketegangan antara kedua kelompok memuncak dan berujung pada aksi kekerasan dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, RK tewas di tempat, sementara AR dan RN mengalami luka-luka. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawa RK tidak dapat diselamatkan.
Polres Banyuasin yang mendapatkan laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian dan rumah sakit untuk mengamankan situasi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama para remaja, untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik kejadian ini. Para pelaku yang telah diamankan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar seorang petugas kepolisian. (RDK)

