RELUNG.ID – Sejak diluncurkannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari 2025 lalu, hingga kini sejumlah siswa di Kabupaten Muara Enim hingga belum menerima manfaat program tersebut.
Siswa tersebut berada di sekolah yang ada di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 8 Muara Enim, Ruslaili, mengungkapkan bahwa para siswa di sekolahnya belum pernah merasakan manfaat program tersebut sejak pertama kali diluncurkan. Padahal, jumlah siswa di SDN 8 Muara Enim mencapai sekitar 300 orang.
“Sejak awal program berjalan sampai sekarang, siswa SDN 8 Muara Enim belum pernah menerima MBG,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun pihak terkait telah beberapa kali melakukan pendataan jumlah siswa dan guru, realisasi program hingga kini belum terlihat. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari siswa maupun wali murid terkait kapan program akan mulai diterapkan di sekolah mereka.
“Kami berharap MBG di SDN 8 Muara Enim bisa segera berjalan,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Muara Enim, Gunawan. Ia menyebutkan bahwa sekolahnya juga belum menerima program MBG, meski proses pendataan telah dilakukan. Jumlah siswa di SMPN 3 Muara Enim juga berkisar 300 orang.
“Sudah ada pendataan jumlah siswa, tapi sampai sekarang belum ada realisasi MBG di SMPN 3 Muara Enim,” katanya.
Salah satu wali murid, Febri, berharap program tersebut segera direalisasikan agar anak-anak dapat merasakan manfaatnya, termasuk membantu menghemat uang jajan.
“Kami berharap program MBG bisa segera berjalan di SDN 8 Muara Enim, supaya anak kami juga bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Azzahra, siswi kelas VI B SDN 8 Muara Enim, mengaku belum pernah menerima MBG dan berharap program tersebut segera hadir di sekolahnya.
“Saya belum pernah dapat MBG, semoga bisa segera ada,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Muara Enim, Oktafian Muharsyah, menjelaskan bahwa belum terlaksananya program di sejumlah sekolah, khususnya di Desa Karang Raja, disebabkan belum tersedianya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Untuk Desa Karang Raja memang belum ada dapur SPPG, sehingga program MBG belum bisa berjalan di sekolah-sekolah di wilayah tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan data, potensi penerima MBG di Kabupaten Muara Enim mencapai 180.951 orang, yang terdiri dari 149.025 siswa, 191 ibu hamil, 9 ibu menyusui, serta 31.726 balita. Namun hingga Februari 2026, realisasi penerima baru mencapai 97.145 orang atau sekitar 54 persen dari total sasaran.
Untuk memenuhi target secara menyeluruh, dibutuhkan sebanyak 61 dapur SPPG di Kabupaten Muara Enim. Saat ini, baru tersedia 35 unit atau sekitar 57 persen dari kebutuhan.
Oktafian menegaskan bahwa percepatan pembangunan dapur SPPG menjadi kunci utama agar program MBG dapat segera berjalan merata di seluruh wilayah, termasuk Desa Karang Raja.
“Kami akan terus mendorong percepatan pembangunan SPPG agar target penerima MBG dapat tercapai dan manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” pungkasnya. (NVS)

