Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Hukum»Perusahaan Bersihkan Lahan Tercemar, Warga Sebut Pemerintah Lepas Tangan!
Hukum

Perusahaan Bersihkan Lahan Tercemar, Warga Sebut Pemerintah Lepas Tangan!

alwiBy alwi07/10/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pertamina saat melakukan pembersihan di kawasan Talang Balai, Belida Darat, Muara Enim, usai terjadinya pencemaran minyak mentah akibat bocornya pipa. (Istimewa/ril)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Setelah beberapa pekan dilanda kemarahan warga, Pertamina akhirnya melakukan pembersihan di lahan yang tercemar akibat kebocoran pipa minyak di kawasan Talang Balai, Belida Darat, Kabupaten Muara Enim, pada Senin, 7 Oktober 2024.

Meskipun langkah ini seharusnya menjadi awal pemulihan lingkungan, warga mengaku kecewa karena tidak ada kehadiran perwakilan dari pemerintah baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi, terutama dari Dinas Lingkungan Hidup yang seharusnya bertanggung jawab atas pengawasan lingkungan.

Baca juga :   20 Persen Dana Desa di Muara Enim Wajib Dialokasikan untuk Ketahanan Pangan

Asik, salah satu warga terdampak yang juga anggota Barisan Masyarakat Gelumbang Raya Bersatu (BM-GRB), dengan tegas menyatakan kekecewaannya terhadap minimnya peran pemerintah dalam menangani pencemaran ini. “Pemerintah seolah lepas tangan dengan penderitaan kami. Tidak ada satu pun perwakilan dari Pemprov Sumsel atau Pemkab Muara Enim yang hadir saat pembersihan ini berlangsung. Padahal, ini jelas kejahatan ekologis yang seharusnya mendapat perhatian serius,” ujar Asik geram.

Dia menambahkan, meskipun Pertamina telah melakukan pembersihan, aksi tersebut masih jauh dari cukup. “Ini bukan hanya soal membersihkan minyak dari lahan. Kami butuh tindakan nyata yang mencakup pemulihan total ekosistem yang rusak. Dan di sini, pemerintah harus hadir, mengawasi dan memastikan bahwa Pertamina bertanggung jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan,” lanjutnya.

Baca juga :   Gangguan SUTT 275 kV Linggau-Lahat Sebabkan Pemadaman Listrik di Beberapa Wilayah Sumatera

Kebocoran pipa minyak Pertamina yang terjadi sejak akhir September 2024 ini tidak hanya mencemari lahan pertanian warga, tetapi juga mencemari aliran sungai yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Hilangnya flora dan fauna di sepanjang sungai menunjukkan bahwa pencemaran ini bukan sekadar masalah lokal, tetapi juga masalah lingkungan yang lebih besar. Ironisnya, pemerintah daerah tampak abai terhadap tugasnya.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) mengatur dengan jelas bahwa setiap bentuk pencemaran lingkungan harus mendapatkan sanksi tegas dan tindakan pemulihan yang melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah. Namun, dalam kasus ini, warga merasa dibiarkan menghadapi masalah sendiri tanpa adanya dukungan dari pemerintah.

Baca juga :   Dua Pemeran Baru Anime Ishura, Ini Sinopsis Lengkapnya

“Seharusnya, Pemprov Sumsel dan Pemkab Muara Enim bertindak tegas. Kita bukan hanya berbicara tentang kerugian ekonomi warga, tetapi juga kerusakan lingkungan yang mungkin tidak akan pernah pulih sepenuhnya. Tindakan ini jelas merupakan kejahatan ekologis yang dilakukan oleh korporasi, dan pemerintah harusnya berada di garis depan untuk memastikan pertanggungjawaban,” tegas Asik.

Kegagalan pemerintah dalam menangani masalah ini membuat BM-GRB kembali berencana menggelar aksi besar-besaran. Asik menyatakan bahwa pihaknya akan menggerakkan massa untuk menuntut tanggung jawab Pertamina, Pemprov Sumsel, dan Pemkab Muara Enim. “Kami berencana kembali menggelar aksi pada pertengahan bulan ini. Kami akan membawa massa 1.000 orang untuk mendesak pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang lalai,” ujarnya.

Baca juga :   9 Kades di Sumsel Diadukan ke Bawaslu Karena Diduga Tak Netral Jelang Pilkada 2024

Selain menuntut ganti rugi dari Pertamina, warga juga menuntut pemerintah melakukan pemulihan total terhadap ekosistem yang rusak. “Tidak cukup hanya mengandalkan Pertamina. Pemerintah juga harus terlibat aktif dalam pemulihan ini. Kami butuh tindakan yang nyata, bukan janji-janji,” kata Sandi Anggara, warga yang lahannya terkena dampak langsung dari pencemaran.

Sementara itu, pengacara warga, Anto Astari, yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, meski pihak Pertamina telah melakukan pembersihan, mereka akan tetap melayangkan gugatan ganti rugi kepada perusahaan plat merah tersebut sebesar Rp 10 miliar lantaran terdampak kepada kebun warga serta kerusakan lingkungan.

Baca juga :   Anime Dr Stone Tambah Tiga Pemeran Baru

“Masyarakat yang terkena dampak memang mendahulukan untuk pembersihan (pencemaran), tapi kami tetap akan layangkan gugatan atas kerugian warga bila tidak menemukan titik temu dari mediasi yang dilakukan,”kata Anto

Menurutnya, minyak mentah yang mencemari kebun warga sangat berdampak buruk. Sebab, saat hujan datang minyak itu pun mengalir ke kawasan pemukiman warga hingga dapat berdampak terjadinya kebakaran bila terdapat percikan api. Dalam proses pembersihan ini, Anto berharap agar seluruh wilayah yang terkena dampak dari pencemaran minyak mentah itu segera dapat diatasi sehingga warga dapat beraktivitas dengan normal.

Baca juga :   Besok, Huawei Nova 11 SE Memulai Debutnya dengan Chipset LTR Khusus

“Hujan sekarang ditakutkan, karena aliran minyak dapat kemana-mana. Menurut Pertamina ini bukan kelalaian mereka tapi ada korosi pipa sekitar 1 sampai 2 meter. Tapi mereka harus tetap bertanggung jawab. Kami juga mempertanyakan peran pemerintah yang sampai saat ini belum bergerak untuk masyarakat,” pungkasnya. (ril)

Muara Enim Pemprov Sumsel Pertamina
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLima Kali Beraksi Curi Motor, Dua Sejoli di Palembang Ditangkap Polisi
Next Article Nenek 66 Tahun Jadi Korban Penggelapan Harta Warisan, Kuasa Hukum Datangi Polda Sumsel Minta Kejelasan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,881 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,753 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,728 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?