RELUNG.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi santai aksi walk‑out yang dilakukan Fraksi PDI‑P dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat, Jumat (16/5).
Menurut Dedi, setiap partai memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya, termasuk dengan keluar dari sidang.
“Ini hak setiap orang, mau walk out, mau tidak,” respon Dedi dengan santai.
Dia menegaskan bahwa dalam ranah politik, kebebasan berdemokrasi termasuk unjuk ekspresi seperti walk‑out merupakan hal yang wajar.
Aksi walk‑out dipicu interupsi Doni Maradona Hutabarat (Fraksi PDIP) yang menuntut klarifikasi atas pernyataan Gubernur Dedi saat Musrenbang di Cirebon sembilan hari sebelumnya.
Menurut Doni, pernyataan tersebut telah menyinggung marwah DPRD Jawa Barat dan terkesan mendiskreditkan lembaga serta anggota DPRD.
Doni menilai, tanpa klarifikasi, fraksinya tidak dapat melanjutkan penyampaian pandangan terhadap Raperda.
Memo Hermawan, anggota Fraksi PDIP lainnya, kemudian memimpin seluruh anggota fraksi termasuk Wakil Ketua DPRD Ono Surono untuk meninggalkan ruang paripurna.
“Sebelum ada klarifikasi gubernur, kita tidak perlu lanjut rapat,” tegas Memo.
Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa menyikapi walk‑out tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Walk‑out itu bagian dari dinamika relasi eksekutif-legislatif. Saya melihat ini masih dalam batas kewajaran dan merupakan hak mereka,” kata Buky.
Rapat paripurna kemudian dilanjutkan tanpa kehadiran Fraksi PDIP, membahas pandangan fraksi lain terhadap usulan Raperda. (vid)

