RELUNG.ID – Kenaikan pangkat Teddy di Satuan TNI AD dari Mayor menjadi Letnan Kolonel (Letkol) ditanggapi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.
Nusron Wahid pun menganalogikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ini dengan sosok sahabat Rasulullah, Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
“Tidak berlebihan dan sudah seharusnya. Kecuali dari mayor lalu menjadi jenderal bintang empat,” katanya dikutip dari YouTube Total Politik pada Senin lalu (17/3).
Menurutnya, Teddy memiliki prestasi untuk merasakan kenaikan pangkat satu tingkat dari sebelumnya. Karena itu, dia pun meminta masyarakat agar tidak selalu memaknai seorang tentara mendapatkan kenaikan pangkat harus yang berada di medan perang.
“Perjuangan Teddy untuk mendapati posisi saat ini memerlukan kerja keras dan ketekunan,” ujarnya.
Menurutnya, orang yang mengkritik kenaikan pangkat Teddy biasanya pihak yang cemburu dan tidak mengerti duduk perkara.
Dia pun menganalogikan beban tugas Teddy seperti halnya sahabat Rasulullah SAW, Sayyidina Ali.
Orang yang berprestasi berhak mendapat apresiasi yang baik dari seorang pemimpin. Justru malah tidak adil orang punya prestasi tidak dihargai.
“Dulu zaman-zaman Nabi juga ada Sayyidina Ali itu, juga orang paling muda, masih bocah. Orang pertama kali masuk Islam, dikasih peranan lebih sama Rasulullah karena pintar dibanding sahabat-sahabat nabi yang lain,” jelasnya.
Rasulullah pun sampai berkata ‘Anna madiinatul ‘ilm wa’aliyu babuha’ (saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintu gerbangnya).
Ini menandakan bahwa Rasulullah menghargai kehebatan dari sosok Sayyidina Ali.
“Kalau sekarang Pak Prabowo adalah kepala negara, Pak Teddy adalah babuha, pintunya untuk masuk kepada Pak Prabowo. Dia punya kecerdasan dan keahlian seperti itu,” pungkasnya. (vid)

