RELUNG.ID – Nama Dwi Citra Weni atau yang dikenal sebagai Wenny Myzon kini menjadi sorotan tajam setelah aksinya menghina tenaga honorer dalam video TikTok viral.
Dalam video tersebut, karyawati PT Timah Tbk ini menyebut dirinya sebagai pasien prioritas karena bekerja di perusahaan BUMN, sembari memplesetkan tenaga honorer sebagai “hororer”.
Akibat tindakannya, Wenny mendapat kecaman luas dari netizen. Tak hanya itu, sejumlah informasi masa lalunya pun mulai dikuliti oleh warganet yang penasaran dengan sosoknya.
Menurut informasi yang beredar, Wenny Myzon saat ini bekerja sebagai karyawan di PT Timah, perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang pertambangan. Namun, kabarnya Wenny sudah beberapa kali mendapatkan sanksi atas tindakannya di kantor.
Melansir dari akun Twitter @ramaarjuna97, Wenny diketahui pernah menerima Surat Teguran Tertulis Kedua (TT2) dari PT Timah. Surat teguran ini dikeluarkan atas pelanggaran yang dilakukan pada tahun 2024, di mana ia diketahui terlibat dalam kampanye Pemilu 2024—tindakan yang melanggar aturan internal perusahaan.
“Menurut informasi internal perusahaan, Dwi Citra Weni ternyata bukan kali ini saja membuat masalah di kantor PT Timah Tbk. Ia bahkan sudah mendapatkan Surat Teguran Tertulis Kedua (TT2) akibat perilaku buruknya,” ungkap akun tersebut.
Akibat pelanggaran kampanye itu, Wenny dikenai sanksi berupa pencabutan tunjangan fasilitas.
Selain itu, pada akhir Desember 2024 lalu, Wenny juga sempat viral karena sebuah konten kontroversial yang saat ini masih dalam pemeriksaan Divisi Human Capital PT Timah.
Video yang baru-baru ini viral pun dinilai menambah deretan pelanggaran yang dilakukan oleh Wenny. Banyak netizen yang menuntut PT Timah untuk memberikan sanksi tegas atas tindakan tidak terpuji yang telah mencoreng citra perusahaan.
Hingga saat ini, PT Timah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sanksi yang akan diberikan terhadap Wenny Myzon atas video viral tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang diduga memperlihatkan seorang oknum karyawati PT Timah Tbk tengah menghina tenaga honorer viral di media sosial X (Twitter).
Video berdurasi berdurasi 23 detik mempertontonkan oknum karyawati perusahaan pelat merah tersebut menyebut dirinya sebagai pasien prioritas karena bekerja di perusahaan BUMN.
Berbeda dengan tenaga honorer yang disebutnya “hororer” saat antre layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit.
Video tersebut diunggah pada 2 Januari 2025 melalui akun TikTok @wennymyzon1. Dalam postingan tersebut, dia menulis caption, “POV: ketemu Hororer di RS.”
Wanita berhijab motif bunga dalam video tersebut terlihat mengenakan kemeja putih dengan logo PT Timah Tbk di bagian dada.
Sambil duduk di ruangan kerja dengan latar belakang alat tulis kantor dan tumpukan berkas, wanita itu mengatakan, “Ngantri ya dek, BPJS ya. Owh BPJS, masih hororer ya, kebetulan saya kan, ehhmm, saya gak ngantri dek. Pasien prioritas.”
Videonya kembali viral setelah diunggah akun X @bacottetangga__. “yang lagi rame di app sebelah, oknum PT Timah (BUMN) diduga membuat sakit hati para honorer dengan kesombongannya dengan plesetan “Hororer”. bagaimana menurut kalian,” tulis akun tersebut dalam postingannya pada Jumat (31/1/2025).
Unggahan tersebut banyak dikecam netizen. Apalagi gaya bicara sambil tertawa dan gerakan meliuk-liuk yang ditunjukkan menunjukkan gestur yang menghina.
Mereka menilai aksi menghina tenaga honorer dan tidak pantas dilakukan, terlebih oleh karyawan perusahaan milik negara. Mereka berharap sang karyawati mendapat hukuman atas aksinya yang dinilai kurang terpuji.
“Ga lama lagi juga ntar posisi lu dibawah. Ga bakal lu bisa enak terus diatas sana. Songong jadi orang. Harvey Moeis aja jatuh apalagi elu,” tulis akun @arsyatya di kolom komentar. (EWJ)

