Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bola»Sriwijaya FC di Ujung Tanduk: CEO Digi Sport Asia Mundur, Nasib Klub Terancam Degradasi
Bola

Sriwijaya FC di Ujung Tanduk: CEO Digi Sport Asia Mundur, Nasib Klub Terancam Degradasi

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda16/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pemain Sriwijaya FC dan Persiraja Banda Aceh saat melakoni laga Liga 2 di GSJ/Foto:Instagram/Sriwijayafc.id
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sriwijaya FC (SFC) menghadapi ancaman degradasi yang semakin nyata menjelang laga playoff degradasi musim 2024/2025. CEO PT Digi Sport Asia, Anggoro, resmi mundur dari perannya dalam pengelolaan klub Laskar Wong Kito setelah desakan manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM). Keputusan ini datang di tengah ketidakpastian dan kekacauan internal yang melanda klub, yang kini terancam turun kasta.

Anggoro, yang telah berperan aktif dalam upaya penyelamatan SFC, menyatakan mundur per tanggal 15 Januari 2025. Ia berharap penggantinya mampu membawa klub keluar dari ancaman degradasi.

“Mulai hari ini, saya tidak lagi terlibat langsung mengurus Sriwijaya FC. Kami butuh figur yang mampu mengendalikan situasi dan memastikan SFC bertahan di liga,” ujar Anggoro.

Keadaan internal SFC yang terus memburuk menjadi perhatian serius, terlebih dengan adanya playoff degradasi yang dijadwalkan pada 19 Januari 2025. Anggoro menegaskan bahwa dirinya hanya membantu koordinasi klub dalam keadaan mendesak, namun kini ia kembali ke peran awalnya sebagai investor.

“Tugas terakhir saya adalah mendatangkan enam pemain baru untuk memperkuat tim. Mulai hari ini, saya kembali ke peran investor saja,” ungkap Anggoro.

Dengan total 13 pemain yang didaftarkan untuk playoff degradasi, SFC berharap timnya cukup untuk menghadapi laga penting tersebut. Pemain-pemain yang didatangkan termasuk enam pemain baru, empat dari Bandung United dan Maung Anom, serta tiga pemain dari Askot PSSI Palembang. Salah satu pemain baru yang didatangkan adalah Chris Rumbiak, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tim.

Selain masalah teknis di lapangan, SFC juga menghadapi masalah serius terkait gaji pemain. Anggoro mengungkapkan bahwa pembayaran gaji pemain saat ini dilakukan dengan menggunakan dana pinjaman, karena sponsor belum memberikan dukungan finansial yang cukup.

“Bank Sumsel Babel menunggu Gubernur terpilih dilantik, sementara sponsor lain hanya berjanji tanpa realisasi. Ini membuat gaji pemain terpaksa dibayar dari dana investor Digi Sport Asia,” jelasnya.

Keterlambatan pembayaran gaji pemain ini menyulitkan kondisi tim dan memengaruhi semangat pemain dalam persiapan playoff degradasi. Anggoro menyayangkan kurangnya dukungan sponsor yang seharusnya bisa membantu menyelesaikan masalah finansial lebih awal.

Dengan mundurnya Anggoro, pengelolaan klub kini berada di tangan PT SOM sebagai pengelola resmi SFC. Namun, belum ada kejelasan siapa yang akan menggantikan Anggoro dalam mengelola klub secara langsung. Krisis ini menambah kekhawatiran bahwa performa tim dapat terganggu di tengah upaya bertahan di liga.

Nasib Sriwijaya FC kini bergantung pada langkah cepat dan tepat dari manajemen PT SOM untuk mengisi posisi strategis yang kosong. Akankah Laskar Wong Kito berhasil melewati babak playoff degradasi, atau harus menerima kenyataan pahit turun kasta? Publik Sumatera Selatan kini menunggu keputusan yang menentukan untuk menyelamatkan kebanggaan mereka.[AYK]

Liga 2 Sriwijaya FC
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleEmosi Ditagih Hutang, Pria di Ogan Ilir Bacok Teman Sendiri, Begini Kronologinya
Next Article Misteri Barang Kuno di Panta Dewa Bikin Heboh, Warga Ramai-ramai Gali Tanah Demi Harta Karun
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,004 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,874 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,847 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?