RELUNG.ID – Sriwijaya FC (SFC) semakin terpojok di ajang Liga 2 Indonesia setelah kembali menelan kekalahan pahit di kandang sendiri, Gelora Sriwijaya Jakabaring, pada Minggu (1/12). SFC harus mengakui keunggulan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-4 dalam laga yang semakin memperburuk posisi mereka di klasemen.
SFC memulai pertandingan dengan agresif, menciptakan sejumlah peluang emas. Namun, kurangnya penyelesaian akhir membuat upaya mereka tidak membuahkan hasil. Petaka datang di menit ke-30 saat Tegar Pangestu diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras, membuat SFC harus bermain dengan 10 pemain.
Persiraja memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan membuka keunggulan lewat gol Miftahul Hamdi di menit ke-45, menutup babak pertama dengan skor 1-0.
Di babak kedua, dominasi Persiraja semakin terlihat. Miftahul Hamdi mencetak gol keduanya pada menit ke-60, diikuti oleh dua gol tambahan dalam waktu singkat yang membawa Persiraja unggul jauh 4-0 hingga menit ke-72.
Sriwijaya FC hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat dua gol dari **Chris Rumbiak di menit ke-80 dan menit-menit akhir pertandingan. Skor 2-4 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil ini semakin menempatkan SFC dalam posisi kritis di Grup 1 Liga 2 Indonesia, dengan hanya meraih 7 poin dari beberapa pertandingan. Mereka kini berada di posisi 8 klasemen, sangat dekat dengan zona degradasi ke Liga 3.
Sementara itu, Persiraja Banda Aceh kokoh di puncak klasemen dengan 23 poin, mengamankan peluang besar untuk melaju ke fase berikutnya.
Manajemen dan pelatih SFC menghadapi tekanan besar untuk segera memperbaiki performa tim. Kekalahan demi kekalahan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap strategi, mentalitas pemain, dan kondisi tim secara keseluruhan.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, SFC harus bangkit untuk menghindari degradasi yang akan menjadi pukulan berat bagi klub bersejarah ini. Pendukung setia Laskar Wong Kito kini menunggu tindakan nyata dari tim untuk mengembalikan kejayaan klub. [AYK]

